BEI 'Rayu' Gojek Hingga Bukalapak Melantai di Bursa

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 06:00 WIB
BEI 'Rayu' Gojek Hingga Bukalapak Melantai di Bursa Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim telah melakukan pertemuan dengan empat perusahaan rintisan (startup) dengan kategori unicorn di Indonesia untuk mengajak mereka melepaskan sahamnya ke publik tahun ini melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Unicorn yang dimaksud, antara lain Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Keempatnya mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar. 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan pertemuan yang paling anyar dilakukan pada 3 Maret 2018 dengan Gojek. Sementara, pertemuan dengan Tokopedia dan Bukalapak dilakukan pada 2016 lalu.

"Bursa sudah langsung hubungi mereka, sudah diskusi sama mereka. Aturan juga sudah kami buat lebih longgar," tutur Nyoman, Rabu (20/3).


Aturan yang dimaksud adalah perubahan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat. Beleid itu dirilis pada tahun lalu.


Beberapa poin dalam aturan itu, antara lain syarat net tangible asset (NTA) minimal Rp5 miliar di papan pengembangan, laba usaha minimal Rp1 miliar, dan nilai kapitalisasi pasar minimal Rp100 miliar.

"Saat ini kami menunggu, jadi mereka perlu mendapatkan persetujuan dulu dari pemegang saham," ucap Nyoman.

Ia juga tak bisa memastikan apakah salah satu dari keempatnya akan mengajukan proposal IPO tahun ini. Menurutnya, hingga saat ini belum ada komunikasi terbaru dari empat unicorn itu ke BEI.

Sepanjang tahun ini BEI menargetkan jumlah perusahaan tertutup yang IPO tidak kurang dari realisasi pada 2018 lalu yang sebanyak 57 perusahaan. Sejauh ini baru ada tujuh perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek, salah satunya tadi pagi PT Wahana Interfood Nusantara Tbk.

[Gambas:Video CNN]


(aud/agt)