Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan baru melakukan kajian apakah penggunaan kartu kredit memungkinkan sebagai alat transaksi portofolio reksa dana. Selama ini, investor hanya punya dua pilihan, yakni mentransfer langsung atau ditarik secara otomatis dari tabungan bank yang sudah bekerja sama dengan perusahaan manajer investasi tempat investor membeli reksa dana.
"Ini tidak langsung (pembelian di saham) ya tapi melalui reksa dana. Jadi bukan saham, namun reksa dana. Masih proses kajian," ucap Inarno kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menuturkan kajian ini dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak perbankan. Tujuannya untuk memberikan kapasitas lebih kepada investor dalam berinvestasi di portofolio reksa dana.
"Diharapkan itu penggunaan terbatas, bisa digunakan alat pembayaran dengan komitmen penyelesaian tepat waktu tanpa menunda," ucap Hasan.
"Karena momentum beli tidak selalu muncul saat di mana masa gajian itu terjadi, alat pembayaran itu yang dicarikan solusianya," pungkas Hasan.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)