IHSG Diproyeksi 'Kurang Darah' Jelang Akhir Pekan

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 07:09 WIB
IHSG Diproyeksi 'Kurang Darah' Jelang Akhir Pekan Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan melemah jelang akhir pekan. Namun, sejumlah analis tren pelemahan indeks hanya untuk jangka pendek.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengungkapkan belum ada titik terang bagi pasar saham, melihat dari kacamata teknikal. Apalagi, pelaku pasar juga masih mengantisipasi keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.

"IHSG diprediksi melemah, support 6.446-6.464 resistance 6.499-6.516," kata Dennies melalui risetnya, Kamis (21/3).

Kendati begitu, lanjutnya, pelaku pasar tetap bisa mencermati sejumlah saham yang berpotensi memberikan cuan ketika indeks melemah. Beberapa saham tersebut, di antaranya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Adaro Energy Tbk (ADRO).


Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi berpendapat IHSG akan bergeser ke teritori negatif. Makanya, indeks akan bergerak ke arah support atau level terbawahnya.

"Diperkirakan IHSG masih akan bergerak bearish (melemah) dengan menguji support moving average 50 hari dengan support resistance 6.420-6.500," tutur Lanjar dalam risetnya.

Informasi saja, IHSG pada perdagangan kemarin bergerak stagnan atau menguat tipis 0,38 persen (2,43 poin) ke level 6.482. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih (net buy) di all market sebesar Rp83,01 miliar.

Berbanding terbalik, bursa saham Wall Street masih saja merah tadi malam. Dow Jones terpantau melemah 0,55 persen, S&P500 0,29 persen, dan NYSE Composite 0,47 persen.


[Gambas:Video CNN] (aud/bir)