JK menilai pemanfaatan anggaran belanja selama ini buruk sehingga tidak efektif dalam mendorong pertumbuhan. "Pertanyaannya adalah, kenapa kita dalam pertumbuhan kalah dengan negara sekitar, Thailand pertumbuhannya lebih tinggi, Filipina lebih tinggi. Salah satunya adalah bagaimana efektivitas anggaran itu lebih baik, tingkat persaingannya seperti itu," katanya di Hotel Bidakara, Kamis (21/3).
Ia mengatakan anggaran belanja yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiap tahunnya sebenarnya sudah bertujuan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Belanja negara setiap tahun juga mengalami peningkatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar efektifitas belanja bisa diperbaiki, ia meminta agar lembaga maupun institusi pengawas tidak hanya sekadar mengawasi penggunaan anggaran tersebut. Lebih dari itu, mereka juga harus memastikan bahwa penggunaan anggaran tersebut sesuai dengan tujuan pembangunan.
"BPKP, Pengawas Keuangan dan Pembangunan, jadi bukan hanya keuangannya tapi apa yang dicapai dalam pembangunan itu diselesaikan. Uangnya keluar tapi pembangunannya tidak muncul. Apakah benar tujuannya benar atau tidak, ini tentu menjadi bagian cara kita mengawasi, " katanya.
[Gambas:Video CNN]
Di antara negara Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat dalam posisi moderat dibandingkan negara lainnya. Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,17 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini tertinggal dengan Vietnam sebesar 7,08 persen, Myanmar sebesar 6,6 persen (prediksi), Filipina sebesar 6,2 persen, Laos sebesar 6,5 persen (prediksi), dan Kamboja sebesar 7,3 persen (prediksi).
Beberapa negara di Asia Tenggara yang pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan Indonesia antara lain, Singapura sebesar 2,2 persen, Malaysia sebesar 4,9 persen (prediksi), dan Thailand sebesar 4,2 persen (prediksi).