Komisioner KPPU Kodrat Wibowo mengatakan pihaknya baru saja memutuskan untuk memanggil ketiga perusahaan itu pada Rabu (20/3) malam. Pihaknya melihat isu yang berkembang di media soal hilangnya tiket tersebut semakin liar.
"Jadi ini inisiatif kami, tidak ada yang melapor. Kami sudah menugaskan sekretariat untuk mengirimkan surat, mungkin hari ini sudah dikirim saya belum cek lagi," ucap Kodrat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi yang kami baca di media katanya ada indikasi secara eksplisit karena AirAsia tidak mengikuti strategi maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air jadi dikeluarkan dari agen itu," kata Kodrat.
"Apakah memang ada tekanan dari Garuda Indonesia dan Lion Air atau seperti apa, makanya kami mau panggil biar jelas, agar tidak gaduh," tutur dia.
Terkait jadwal pertemuan dengan Air Asia, Traveloka, dan Tiket.com, Kodrat belum bisa memberikan informasi yang pasti. Sementara, KPPU mengaku siap menerima masukan dari berbagai pihak, pengamat hingga konsumen demi menemukan solusi yang terbaik.
[Gambas:Video CNN]
Ketika dikonfirmasi kepada Direktur Utama AirAsia Dendy Kurniawan, ia mengatakan sudah menerima surat yang dikirim oleh KPPU. Namun, ia enggan menjelaskan spekulasi atau penilaian internal perusahaan terkait hilangnya penjualan tiket pesawat di berbagai agen perjalanan daring.
Yang pasti, dari catatannya ada 15 agen perjalanan daring yang sudah tak lagi memasarkan tiket Air Asia. Beberapa di antaranya WITA Tour, Goldern Rama Tour, Via.com, Traveloka, dan Tiket.com.
"Ditanyakan ke mereka kenapa mereka memutuskan tidak jualan tiket kami lagi," ucap Dendy.
CNNIndonesia.com masih mencoba menghubungi Traveloka dan Tiket.com untuk mengonfirmasi pemanggilan yang dilakukan KPPU.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)