Penumpang Pesawat Diproyeksi 'Melempem' pada Mudik 2019

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 09:22 WIB
Penumpang Pesawat Diproyeksi 'Melempem' pada Mudik 2019 Ilustrasi penumpang pesawat. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat melambat pada mudik 2019. Hal ini dikarenakan pengaruh tarif tiket penerbangan yang masih tinggi dan efek dari kehadiran Tol Trans Jawa.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono mengatakan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub memperkirakan jumlah penumpang pesawat hanya tumbuh 3,17 persen pada tahun ini, yang terdiri dari jumlah penumpang penerbangan domestik yang diperkirakan tumbuh 2,38 persen dan internasional 7,28 persen.

"Trennya menurun dari tahun lalu. Biasanya penumpang pesawat domestik dan internasional naik 7 persen, sekarang hanya 3,17 persen. Penurunan terjadi baik untuk yang berlibur hingga hari H Lebaran," tutur Nur Isnin di kantornya, Kamis (21/3).

Perlambatan jumlah penumpang pesawat kemungkinan terjadi karena masyarakat ingin menjajal Tol Trans Jawa yang sudah beroperasi penuh untuk ruas Jakarta-Surabaya. "Orang tampak ingin mencoba betapa enaknya mudik dari Jakarta ke Surabaya," ujarnya.


Selain dampak kehadiran Tol Trans Jawa, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan perlambatan jumlah penumpang pesawat kemungkinan terjadi karena tarif tiket penerbangan domestik yang masih cukup tinggi.

Seperti diketahui, tarif tiket penerbangan domestik memang sempat meningkat di semua maskapai sejak akhir tahun lalu. Meski akhirnya maskapai kompak menurunkan tarif, namun masyarakat menilai tarif penerbangan domestik masih cukup tinggi. "Untuk mudik dengan pesawat, banyak yang merasa tiketnya masih mahal," ungkap Budi.

Ia mengungkapkan potensi perlambatan jumlah penumpang pesawat juga tampak dari hasil survei Balitbang Kemenhub kepada 10.500 responden di daerah Jabodetabek, Bandung, dan Banten, yang menyebut kecenderungan peningkatan mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Hasil survei juga menyatakan ada peningkatan permintaan jumlah armada bus antar kota sekitar 1,42 persen pada tahun ini, yaitu dari 49.613 armada menjadi 50.317 armada. Selain itu, ada kecenderungan pertumbuhan jumlah penumpang bus sekitar 1,01 persen menjadi 4,56 juta dari 4,51 juta pada mudik Lebaran 2018.


Jumlah penumpang bus diperkirakan meningkat 15,37 persen di Terminal Pulogebang dan sekitar 37,5 persen di Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan hasil survei ini, peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di rangkaian Tol Trans Jawa diperkirakan meningkat hingga 80 persen dari sebelum berstatus operasi penuh.

Hasil survei dan estimasi itu mengonfirmasi antusiasme masyarakat untuk menjajal Tol Trans Jawa saat mudik Lebaran. "Ada pertumbuhan armada dan jumlah penumpang bus. Sementara, kereta api masih terbatas (daya tampung) penumpang, tidak begitu banyak karena rel kemungkinan tidak banyak bertambah," terang dia.

Kendati begitu, data Kemenhub menyatakan ada sekitar 547 unit pesawat penumpang dari 12 maskapai yang siap dikerahkan untuk mengangkut masyarakat yang mudik Lebaran tahun ini. Sementara, posko pelayanan bagi penumpang pesawat ada di 36 bandara yang tersebar di seluruh Indonesia.

[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)