Maskapai Kompak Jalankan Aturan Baru Tiket Pesawat

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 18:54 WIB
Maskapai Kompak Jalankan Aturan Baru Tiket Pesawat Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen perusahaan maskapai penerbangan satu suara terkait kebijakan baru tiket pesawat. Mereka mengaku siap menjalankan regulasi yang bakal dirilis oleh Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara bahkan menuturkan pihaknya akan menyeret turun harga tiket secara signifikan. Sayangnya, ia enggan berbicara gamblang terkait besaran penurunan harga tiket tersebut.

"Kami akan menurunkan harga minggu depan dan kali ini lebih signifikan," katanya kepada CNNIndonesia.com.


Ia menyanggupi untuk mengimplementasikan aturan tiket pesawat baru sepanjang tidak merugikan perusahaan.


"Tunggu saja pengumumannya malam ini atau besok pagi," tuturnya.

Senada, Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya siap menjalankan ketentuan baru. Ia meyakini hal tersebut sebagai kebijakan dari pemerintah untuk kepentingan semua pihak.

"Lion Air Group akan menjalankan atau melaksanakan aturan dan kebijakan dari regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk keuntungan bersama serta kepentingan semua pihak," katanya.

Direktur Utama AirAsia Dendy Kurniawan menambahkan AirAsia pasti akan mematuhi regulasi pemerintah yang baru nanti. Ia mengklaim AirAsia telah memberikan tiket promo dalam besaran yang bervariasi sebagai bentuk diskon tarif kepada konsumen.


"Kami selalu patuh aturan dan siap support (dukung) pemerintah. Kita tunggu saja aturan yang akan diterapkan pemerintah," tuturnya.

Kementerian Perhubungan menyatakan mereka tengah menyusun aturan baru terkait tiket pesawat terbang. Aturan disusun untuk merespons keluhan masyarakat soal tarif tiket pesawat yang belakangan ini dianggap terlalu mahal.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan aturan tersebut disusun dengan melibatkan pihak maskapai dan tengah difinalisasi.

"Tentunya dalam membuat regulasi, Pemerintah berada di tengah-tengah antara kepentingan masyarakat banyak dengan keberlangsungan industri penerbangan nasional," ungkap Hengki.


Masyarakat mulai melancarkan protes terkait mahalnya harga tiket pesawat awal tahun ini. Mereka menyampaikan serangkaian petisi di situs change.org. Petisi tersebut direspons positif oleh Indonesia National Air Carrier Association (INACA) dengan kebijakan penurunan harga tiket.

INACA menyebut rentang penurunan harga tiket domestik berkisar 20 persen-60 persen, bergantung kebijakan masing-masing maskapai. Kebijakan ini berlaku untuk 34 maskapai yang tergabung dalam INACA, termasuk di dalamnya Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya.

Presiden Joko Widodo bahkan telah turun tangan dengan mengimbau maskapai agar menurunkan tarif tiket pesawat. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang hingga kini masih mengeluhkan mahalnya tarif tiket pesawat.

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)