BEI Bakal Panggil Auditor Tiga Pilar Sejahtera

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 15:05 WIB
BEI Bakal Panggil Auditor Tiga Pilar Sejahtera Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanggil auditor keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA). Hal ini seiring dengan laporan investigasi Ernst & Young Indonesia (EY) terkait penggelembungan dana dalam laporan keuangan perusahaan 2017.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan manajemen Tiga Pilar Sejahtera Food pada Jumat (29/3) untuk meminta penjelasan terkait latar belakang manajemen baru yang menginstruksikan E&Y melakukan audit investigasi berbasis fakta atas keuangan perusahaan.

"Dari perseroan sempat mempelajari laporan (E&Y) tersebut. Kami belum bisa berikan sanksi, masih konfirmasi," ucap Nyoman, Jumat (29/3).


Ia menyebut akan melakukan pemanggilan kepada auditor keuangan Tiga Pilar Sejahtera Food untuk buku 2017 dalam waktu dekat. Mengutip laporan keuangan, perusahaan menggunakan jasa kantor akuntan publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan.


"Auditor itu E&Y yang buat berkas lalu auditor yang laporang keuangan sebelumnya," terang Nyoman.

Nyoman mengaku telah melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai kasus penggelembungan dana yang terkuak oleh E&Y ini. Namun, BEI belum bisa menjatuhkan sanksi sebelum mendengarkan keterangan dari semua pihak.

"Kalau dikenakan akan melihat dari sisi penyajian laporan keuangan. Kalau dari tugas kantor akuntan publik akan dilihat lagi kalau ada indikasi tertentu," papar dia.

Dalam laporan investasi E&Y, tertulis bahwa ada dugaan penggelembungan dana sebesar Rp4 triliun pada akun piutang usaha, persediaan, dan aset tetap perusahaan. Lalu, penggelembungan Rp662 miliar di pos penjualan dan EBITDA Rp329 miliar.


Selain itu, juga ada dugaan aliran dana Rp1,78 triliun dengan berbagai skema dari grup Tiga Pilar Sejahtera Food kepada pihak-pihak yang diduga memiliki afiliasi dengan manajemen lama. Skema itu, misalnya pencairan pinjaman dari beberapa bank, pencairan deposito berjangka, transfer dana di rekening bank, dan pembiayaan beban terhadap pihak yang terafiliasi oleh induk usaha.

Sekadar mengingatkan, terdapat perselisihan di internal manajemen Tiga Pilar Sejahtera Food tahun lalu. Kubu dewan komisaris dan dewan direksi sama-sama mengklaim keputusannya sesuai dengan aturan yang berlaku dan diakui di mata hukum.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar oleh pihak komisaris pada Oktober 2018, memutuskan untuk membuat manajemen baru dan disetujui oleh pemegang saham yang hadir.

Dalam manajemen baru tersebut, posisi Direktur Utama yang dulunya ditempati oleh Stefanus Joko Mogoginto kini diduduki oleh Henki Koestanto, Direktur dan Direktur Independen diduduki Charlie Dongga, Komisaris Utama dan Komisaris Independen diduduki oleh Yulie Sudargo, dan Komisaris diduduki oleh Jaka Prasetya. Kemudian, Sekretaris Perusahaan yang baru diduduki oleh Michael H Hadylaya. (aud/agi)