Data Inflasi Maret Penggerak Utama IHSG

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 07:07 WIB
Data Inflasi Maret Penggerak Utama IHSG Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk beranjak dari zona merah awal pekan ini, Senin (1/4). Rilis data inflasi periode Maret 2019 akan menjadi sentimen utama untuk pasar saham dari dalam negeri.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi inflasi bulan lalu masih dalam kondisi stabil. Maka itu, pelaku pasar akan merespons positif dengan melakukan transaksi beli saham.

"IHSG berpotensi untuk mengakhiri fase konsolidasi sehingga dapat segera mencetak rekor tertinggi sepanjang masanya yang baru dalam beberapa waktu mendatang," papar William dalam risetnya.


Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data ekonomi itu hari ini pada pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, BPS mencatat deflasi sebesar 0,08 persen pada Februari 2019. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga kelompok pengeluaran, khususnya bahan makanan mencatatkan deflasi sebesar 1,11 persen dengan andil 0,24 persen.


Lebih lanjut William meramalkan IHSG hari ini berada dalam rentang support 6.356 dan resistance 6.498. Beberapa saham yang bisa ditransaksikan, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

"Hari ini IHSG berpotensi menanjak," imbuhnya.

Sebaliknya, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah berpendapat IHSG justru masih betah di teritori negatif. Masalahnya, pasar saham Indonesia sedang berada dalam tren pelemahan saat ini.

"Diperkirakan IHSG masih bergerak cenderung tertekan pada awal pekan nanti dengan support resistance 6.391-6.500," kata Lanjar melalui risetnya.


Sebagai informasi, IHSG sepanjang pekan lalu terkoreksi tipis 0,87 persen dari level 6.525 ke level 6.468. Akibatnya, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut tertekan 0,86 persen menjadi Rp7.356 triliun dari Rp7.420 triliun. (aud/lav)


BACA JUGA