Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.231 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yang di Rp14.244 per dolar AS.
Adapun pada hari ini, rupiah diperdagangkan dalam rentang terbatas di kisaran Rp14.224 per dolar AS hingga Rp14.244 per dolar AS. Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Merosot 16 Poin ke Posisi 6.452 |
Hanya saja, yen Jepang justru melemah 0,15 persen terhadap dolar AS dan dolar Hong Kong tak bergeming terhadap dolar AS. Di sisi lain, mata uang utama negara-negara maju juga menguat terhadap dolar AS, seperti dolar Australia 0,43 persen, poundsterling Inggris sebesar 0,37 persen, dan euro sebesar 0,24 persen.
Di satu sisi, ini merupakan tren pergerakan pasar keuangan, di mana mata uang akan terkoreksi setelah tujuh hari mengalami penguatan. Kemudian, saat ini situasi geopolitik cenderung adem, sehingga pergerakan rupiah tidak bergejolak.
Terakhir, faktor yang menopang rupiah adalah data inflasi. Meski menunjukkan kenaikan, setidaknya inflasi Maret sebesar 0,11 persen membuat inflasi secara tahunan (year-on-year) di angka 2,48 persen, atau di bawah target Bank Indonesia yakni 3,5 persen.
"Data inflasi menunjukkan ekonomi Indonesia stabil," katanya kepada CNNINdonesia.com Senin (1/4).
Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia sehingga membuat rupiah menguat. (glh/agt)