Inflasi Stabil, Rupiah Menguat ke Rp14.229 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 16:49 WIB
Inflasi Stabil, Rupiah Menguat ke Rp14.229 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.229 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (1/4) sore. Dengan demikian, rupiah menguat 0,09 persen terhadap dolar AS dibandingkan Jumat (29/3) yang di angka Rp14.242 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.231 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yang di Rp14.244 per dolar AS.

Adapun pada hari ini, rupiah diperdagangkan dalam rentang terbatas di kisaran Rp14.224 per dolar AS hingga Rp14.244 per dolar AS. 
Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS.


Dolar Singapura menguat 0,15 persen, peso Filipina menguat 0,12 persen, sementara won Korea Selatan dan baht Thailand sama-sama menguat 0,09 persen. Kemudian, yuan China menguat 0,03 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,02 persen.


Hanya saja, yen Jepang justru melemah 0,15 persen terhadap dolar AS dan dolar Hong Kong tak bergeming terhadap dolar AS. Di sisi lain, mata uang utama negara-negara maju juga menguat terhadap dolar AS, seperti dolar Australia 0,43 persen, poundsterling Inggris sebesar 0,37 persen, dan euro sebesar 0,24 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pelemahan dolar kali ini disebabkan karena faktor teknikal. Dolar AS yang selama ini menguat, hari ini terkoreksi alami karena pelaku pasar tidak menjadikan mata uang Paman Sam itu sebagai aset aman (safe haven).

Di satu sisi, ini merupakan tren pergerakan pasar keuangan, di mana mata uang akan terkoreksi setelah tujuh hari mengalami penguatan. Kemudian, saat ini situasi geopolitik cenderung adem, sehingga pergerakan rupiah tidak bergejolak.


Terakhir, faktor yang menopang rupiah adalah data inflasi. Meski menunjukkan kenaikan, setidaknya inflasi Maret sebesar 0,11 persen membuat inflasi secara tahunan (year-on-year) di angka 2,48 persen, atau di bawah target Bank Indonesia yakni 3,5 persen.

"Data inflasi menunjukkan ekonomi Indonesia stabil," katanya kepada CNNINdonesia.com Senin (1/4).

Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia sehingga membuat rupiah menguat. 
(glh/agt)