Hari Ini, Rupiah Tekuk Lutut Dolar AS ke Posisi Rp14.223

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 16:52 WIB
Hari Ini, Rupiah Tekuk Lutut Dolar AS ke Posisi Rp14.223 Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.223 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (2/4) sore. Rupiah tercatat menguat terhadap dolar AS dibandingkan kemarin, di angka Rp14.229 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.237 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin, yakni Rp14.231 per dolar AS. Hari ini, rupiah diperdagangkan dalam rentang Rp14.220 hingga Rp14.244 per dolar AS.

Sore hari ini, memang sebagian mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,23 persen, won Korea Selatan melemah 0,21 persen, yuan China melemah 0,19 persen, dan dolar Singapura sebesar 0,13 persen. Kemudian, ringgit Malaysia melemah 0,11 persen dan yen Jepang melemah 0,04 persen.

Kemudian, terdapat pula mata uang yang menguat, seperti rupee India sebesar 0,05 persen dan peso Filipina sebesar 0,08 persen. Di sisi lain, dolar Hong Kong tak bergerak terhadap dolar AS.


Sementara itu, mata uang negara maju terlihat melemah terhadap dolar AS. Dolar Australia melemah 0,62 persen, poundsterling Inggris melemah 0,46 persen, sementara euro melemah 0,12 persen.

Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan hari ini pelaku pasar cenderung menunggu berinvestasi di dolar AS (wait and see) karena menunggu rilis data pekerjaan AS (Non-Farm Payroll) pada Jumat (5/4) nanti. Sehingga, berimbas positif bagi aset berisiko yang berada di negara berkembang seperti Indonesia.

Kemudian, pelaku pasar juga wait and see atas perundingan dagang AS dan China, serta kelanjutan drama Brexit setelah semalam parlemen Inggris menolak kembali paket kompensasi Inggris pasca cerai dengan Uni Eropa (deal).

"Makanya, pelaku pasar kali ini cenderung menunggu data-data AS. Kemarin, indeks manufaktur AS membaik, tapi keyakinan investor belum firm kalau belum melihat rilis data NFP Jumat nanti," jelas Deddy kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/2).


Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai rupiah masih punya faktor fundamental yang mumpuni setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi tahunan di angka 2,48 persen pada Maret nanti.

Makanya, kepercayaan investor akan Indonesia masih tinggi. Bahkan, rupiah masuk menjadi segelintir mata uang yang menguat terhadap dolar AS hari ini.

"Sejauh ini, data domestik ini memberikan high market impact, seperti inflasi. Kemudian, indeks manufaktur Indonesia juga meningkat dari 50,1 ke 51,2 tadi malam, sehingga ini bikin investor percaya diri dengan Indonesia," tandas dia.

[Gambas:Video CNN]


(glh/bir)