AS Belum Puas dengan Perundingan Dagang dengan China

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 09:34 WIB
AS Belum Puas dengan Perundingan Dagang dengan China Ilustrasi perdagangan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pejabat Gedung Putih Clete Willems menyatakan sampai saat ini Amerika Serikat (AS) belum puas dengan hasil perundingan damai perang dagang yang dilakukan dengan China. Pernyataan diberikan usai AS dan China mengakhiri putaran terakhir perundingan perang dagang di Washington akhir pekan lalu.

"Kami membuat kemajuan dalam berbagai hal, dan ada beberapa hal di mana kami belum puas," kata Willems seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/4). 

Willems menolak untuk membahas secara spesifik pembahasan masalah mana yang masih belum memuaskan AS.


Ia hanya mengatakan AS dan China akan kembali bertemu untuk membicarakan masalah tersebut. 


Amerika Serikat dan China terlibat dalam perang dagang sejak Juli 2018 lalu. Dalam perang dagang tersebut AS memberlakukan tarif bea masuk tinggi atas produk impor bernilai miliaran dolar asal China.

Tarif impor tinggi diberlakukan karena AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump menilai China telah melakukan 'kecurangan dagang' dengan AS. Kecurangan tersebut membuat AS mengalami defisit neraca dagang yang tinggi terhadap China. 

Perang dibalas dengan perlakuan yang sama dari China. Perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak hanya berdampak terhadap ekonomi mereka berdua.

Perang dagang juga telah mengguncang pasar keuangan global. Sebelum Willems mengatakan AS masih kecewa dengan hasil perundingan, Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan yakin dalam waktu seminggu ini kesepakatan damai perang dagang antara negaranya dengan China segera terwujud.

[Gambas:Video CNN]

(Reuters/agt)