Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan potensi devisa tersebut mengacu pada target jumlah wisatawan muslim sebanyak 5 juta atau 25 persen dari total target wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang pada tahun ini.
Arief menyebut rata-rata pengeluaran per wisatawan biasanya mencapai US$1.100 atau setara Rp15,4 juta untuk wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Sementara wisatawan dari Timur Tengah, menurut dia, biasanya pengeluarannya lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena wisatawan mancanegara yang dekat seperti Singapura dan Malaysia pengeluarannya lebih kecil, kalau yang dari Timur Tengah bisa hampir US$2.000 (Rp28 juta)," kata Arief.
Ia pun menargetkan total devisa sektor pariwisata yang masuk ke Indonesia tahun ini US$17,6 miliar atau Rp246,4 triliun. Angka itu turun dari target semula yang mencapai US$20 miliar atau Rp280 triliun.
Sebelumnya, Indonesia berada di peringkat kedua setelah Malaysia. Namun, pada tahun ini, Indonesia dan Malaysia sama-sama berada di posisi pertama.
Arief menambahkan posisi pertama sebagai destinasi wisata halal dunia sudah lama menjadi target pemerintah. Pasalnya, menurut dia, akses dan budaya pariwisata yang ada di Indonesia sebenarnya tak kalah dengan Malaysia. (aud/agi)