Nanti, LinkAja Bisa Digunakan Bayar Tol Hingga MRT

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 18:33 WIB
Nanti, LinkAja Bisa Digunakan Bayar Tol Hingga MRT Ilustrasi aplikasi LinkAja. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dompet digital milik BUMN, LinkAja rencananya bakal memperluas cakupan layanan pembayaran transportasi publik, seperti pembayaran tol hingga Mass Rapid Transit (MRT). Hingga saat ini, uang elektronik berbasis server ini tercatat memiliki 25 juta pengguna.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan dari total 25 juta pengguna LinkAja, hanya sekitar 2-2,5 juta pengguna yang aktif menggunakan aplikasi tersebut. Pihaknya pun menargetkan dapat meningkatkan jumlah pengguna aktif dompet elektronik tersebut mencapai 5-10 juta pengguna pada akhir tahun ini.

"Untuk itu kami akan tambahkan fungsi-fungsi baru seperti untuk pembayaran tol dan kereta commuter. Harapannya, dengan fitur-fitur ini jumlah pengguna aktif akan meningkat," ujar Kartika di Jakarta, Selasa (9/4).



Ia menjelaskan LinkAja saat ini tengah meminta persetujuan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk bisa melayani pembayaran tol. Jika diberikan persetujuan, nantinya pembayaran tol dengan RFID (Radio Frequency Identification) akan menggunakan LinkAja.

"Saat ini kami sedang mengetes LinkAja untuk RFID dengan Jasa Marga. Kami tes di beberapa tol. Jadi nanti ada beberapa produk pembayaran yang dimiliki pemain nonbank seperti Jasa Marga dan Pertamina," kata dia.

Dengan demikian, menurut dia, nantinya ekosistem LinkAja akan terbangun untuk berbagai pembayaran, mulai dari transportasi publik, pembelian bahan bakar, pembayaran tagihan telepon, listrik, dan sebagainya.


"Kalau kami mau ikut perang diskon, terlalu mahal. Jadi mungkin, kami sasarannya beda. Posisinya untuk pembayaran layanan publik dan transportasi publik," jelas dia.

Selain pembayaran tol dan kereta commuter, pihaknya tengah bernegosiasi dengan PT MRT Jakarta agar LinkAja juga dapat dipergunakan untuk pembayaran MRT.

"Mungkin akan menggeser uang elektronik berbasis kartu, enggak apa-apa. Ini akan memberikan pilihan sebanyak-banyaknya ke nasabah," pungkas dia.

[Gambas:Video CNN] (ulf/agi)