Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan dari total 25 juta pengguna LinkAja, hanya sekitar 2-2,5 juta pengguna yang aktif menggunakan aplikasi tersebut. Pihaknya pun menargetkan dapat meningkatkan jumlah pengguna aktif dompet elektronik tersebut mencapai 5-10 juta pengguna pada akhir tahun ini.
"Untuk itu kami akan tambahkan fungsi-fungsi baru seperti untuk pembayaran tol dan kereta commuter. Harapannya, dengan fitur-fitur ini jumlah pengguna aktif akan meningkat," ujar Kartika di Jakarta, Selasa (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan LinkAja saat ini tengah meminta persetujuan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk bisa melayani pembayaran tol. Jika diberikan persetujuan, nantinya pembayaran tol dengan RFID (Radio Frequency Identification) akan menggunakan LinkAja.
"Saat ini kami sedang mengetes LinkAja untuk RFID dengan Jasa Marga. Kami tes di beberapa tol. Jadi nanti ada beberapa produk pembayaran yang dimiliki pemain nonbank seperti Jasa Marga dan Pertamina," kata dia.
Lihat juga:Delapan BUMN 'Patungan' Modali LinkAja |
"Kalau kami mau ikut perang diskon, terlalu mahal. Jadi mungkin, kami sasarannya beda. Posisinya untuk pembayaran layanan publik dan transportasi publik," jelas dia.
Selain pembayaran tol dan kereta commuter, pihaknya tengah bernegosiasi dengan PT MRT Jakarta agar LinkAja juga dapat dipergunakan untuk pembayaran MRT.
"Mungkin akan menggeser uang elektronik berbasis kartu, enggak apa-apa. Ini akan memberikan pilihan sebanyak-banyaknya ke nasabah," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (ulf/agi)