Data Ekonomi AS Buruk, Rupiah Naik ke Rp14.148 per Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 08:49 WIB
Data Ekonomi AS Buruk, Rupiah Naik ke Rp14.148 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (11/4) pagi berada di level Rp14.148  per dolar AS Dengan demikian, rupiah menguat 0,04 persen terhadap dolar AS dibandingkan Rabu (10/4) di angka Rp14.152 per dolar AS.

Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia terbilang bervariasi. Ada yang melemah seperti ringgit Malaysia sebesar 0,1 persen, yen Jepang sebesar 0,06 persen, dolar Singapura sebesar 0,05 persen, baht Thailand sebesar 0,04 persen, dan dolar Hong Kong sebesar 0,03 persen.

Sementara di sisi lain, mata uang Asia yang menguat terdiri dari won Korea Selatan sebesar 0,02 persen dan peso Filipina sebesar 0,06 persen. Kemudian mata uang negara maju seperti dolar Australia melemah 0,11 persen.

Namun euro dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,01 persen dan 0,08 persen. 
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah kemarin sempat melemah karena pelaku pasar mengantisipasi dua peristiwa penting yang terjadi pada Rabu (10/4) malam, yakni kelanjutan Brexit dan rilis risalah pertemuan The Fed.



Untuk sentimen Brexit, pelaku pasar bisa menghela napas sementara setelah Uni Eropa sepakat untuk memperpanjang tenggat waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa hingga Oktober mendatang. Hal ini menjadi angin segar bagi poundsterling, sehingga membuat indeks dolar AS turut melemah.

Kemudian, The Fed semalam juga merilis risalah pertemuan penentuan kebijakan moneter mereka. Dalam risalah tersebut bank sentral AS itu masih membuka ruang kenaikan suku bunga acuan sebelum akhir tahun bila kondisi perekonomian membaik.

Namun sejauh ini, hawa perlambatan ekonomi AS masih terasa. "Pembukaan lapangan kerja (job openings) di AS turun dari 7,62 juta di Januari menjadi 7,09 juta di Februari menunjukkan hawa pelambatan tersebut," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).

Kemudian International Monetary Fund (IMF) juga meramal pertumbuhan ekonomi AS hanya 2,3 persen di tahun ini atau melambat dari capaian tahun lalu 2,9 persen. Kondisi tersebut kemungkinan besar membuat The Fed memasang akan mengerem kebijakan suku bunga mereka sepanjang tahun ini.

"Dengan sentimen tersebut, hari ini rupiah akan diperdagangkan di level Rp14.120 hingga Rp14.180 per dolar AS," kata Ibrahim.
(glh/agt)