IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Akibat Konsolidasi Jelang Pilpres

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 18:10 WIB
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Akibat Konsolidasi Jelang Pilpres Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan pasar sedang konsolidasi jelang pemilihan presiden (Pilpres) 17 April 2019. Mayoritas pelaku pasar memilih bersikap menunggu (wait and see).

Senior Research BEI Poltak Hotradero mengatakan hal itu memang biasa terjadi ketika pesta demokrasi level Pilpres berlangsung, seperti pada 2004, 2009, dan 2014 lalu. Setelah pilpres berlangsung, pelaku pasar akan kembali masuk ke pasar saham.

"(Beberapa hari indeks turun) Ya itu bagian dari konsolidasi, saya pikir wajar. Tapi tinggal melihat ke depan ya," ucap Poltak, Kamis (11/4).


Kendati IHSG melorot, pelaku pasar asing terus memborong saham yang tercatat di BEI. Mereka tercatat beli bersih alias net buy sejak awal tahun sampai perdagangan terakhir Rabu (10/4) kemarin.


Mengutip data BEI, dalam perhitungan tahun kalender investor asing melakukan beli bersih sebesar Rp15,19 triliun. Khusus perdagangan kemarin tercatat sebesar Rp342,8 miliar.

Merespons investor asing yang aktif dalam bertransaksi saham, Poltak menapik bukan berarti pelaku pasar lokal tak cukup percaya dengan kondisi politik di dalam negeri jelang Pilpres. Menurut dia, pelaku pasar lokal hanya sedang menggeser investasi.

"Saham kan ada 600-an (emiten), jadi tergantung selera. Fenomena geser-geser biasa," katanya.

Bila dilihat, hingga pukul 14.07 WIB siang ini IHSG melemah 0,73 persen di level 6.432. Untungnya, pelaku pasar asing tercatat beli bersih di all market sebesar Rp86,55 miliar.


Sepanjang pekan lalu, IHSG bergerak terbatas karena hanya menguat tipis 0,08 persen dari level 6.468 ke level 6.474. Lalu, satu bulan terakhir terkoreksi 0,88 persen (aud/lav)