Sentimen Global Positif, Rupiah Menguat Rp14.139 per Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 16:49 WIB
Sentimen Global Positif, Rupiah Menguat Rp14.139 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.139 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Kamis (11/4) sore. Angka itu menguat 0,09 persen dari posisi rupiah kemarin di level Rp14.152 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.156 per dolar AS atau melemah dari kemarin Rp14.155 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.140 per dolar AS hingga Rp14.161 per dolar AS.

Sore hari ini, pergerakan mata uang utama Asia terbilang bervariasi. Sejumlah mata uang melemah seperti ringgit Malaysia sebesar 0,18 persen, baht Thailand sebesar 0,12 persen, dan dolar Singapura sebesar 0,1 persen.


Kemudian won Korea Selatan melemah 0,03 persen dan renminbi China melemah 0,01 persen. Dolar Hong Kong dan yen Jepang sama-sama melemah 0,09 persen.


Namun, ada pula mata uang Asia yang menguat seperti peso Filipina sebesar 0,06 persen dan rupee India sebesar 0,29 persen. Di sisi lain mata uang negara maju, dolar Australia dan poundsterling Inggris masing-masing melemah 0,22 persen dan 0,03 persen, namun euro menguat 0,03 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan pergerakan rupiah kali ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global. Utamanya disebabkan pengumuman bank sentral AS Federal Reserve yang dirilis Rabu (10/4) malam yang menyatakan The Fed bisa menentukan suku bunga ke arah mana pun sepanjang tahun ini.

Namun di saat yang bersamaan, The Fed masih melemparkan nada dovish. Sentimen dovish juga dilontarkan oleh Bank Sentral Eropa setelah melihat inflasi zona Eropa yang kian melemah.

Terakhir, sentimen muncul dari optimisme ekonomi China setelah daya inflasi terbaru menunjukkan 0,4 persen secara tahunan. Pergerakan tersebut merupakan kenaikan pertama dalam sembilan bulan terakhir.

[Gambas:Video CNN]

"Ini menandakan dunia usaha China mulai pulih, ditopang oleh stimulus fiskal dan moneter yang digelontorkan pemerintah dan bank sentral China," papar Ibrahim, Kamis (11/4). (glh/lav)