Ekonom Minta Capres Beri Solusi Atasi Jebakan Kelas Menengah

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 15:18 WIB
Ekonom Minta Capres Beri Solusi Atasi Jebakan Kelas Menengah Calon Presiden Jokowi dan Prabowo saat debat Pilpres 2019 beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para ekonom menilai Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto harus bisa memaparkan berbagai jurus untuk menyelamatkan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan menengah alias middle income trap pada debat terakhir Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Debat final tersebut akan digelar pada 13 April mendatang.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengatakan kedua capres harus bisa memaparkan jurus tersebut karena pendapatan masyarakat Indonesia sudah cukup lama hanya mampu bertengger di tingkat pendapatan menengah. Padahal, pada 2045 nanti, Indonesia akan memasuki usia 100 tahun.

Pada usia tersebut, Faisal mengatakan sudah selayaknya Indonesia mampu menanggalkan status negara pendapatan menengah dan berubah menjadi maju. "Pertanyaannya, apa resep agar kita (Indonesia) tidak terkena middle income trap? Apa resep agar Indonesia bisa jadi negara maju pada 2045?" katanya, Kamis (11/4) kemarin.


Faisal mengatakan Jokowi dan Prabowo  harus menjawab strategi untuk mengeluarkan Indonesia dari jebakan tersebut sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi dari domestik maupun global. Dari domestik Indonesia akan dihadapkan pada masalah sumber daya alam yang kian menipis.


Padahal katanya, selama ini sumber daya alam merupakan andalan masyarakat untuk terus bertahan hidup. Andalan tersebut tercermin dari kinerja ekspor yang selama ini terus-menerus ditopang oleh sumber daya alam.

"Apa resep agar tatkala penduduk sudah tua, mereka sudah kaya? Apa yang bisa diwariskan ke anak cucu nanti tatkala migas dan batu bara hampir habis?" katanya.

Senada, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Akhmad Akbar Susamto mengatakan pemaparan jurus untuk menyelamatkan Indonesia dari middle income trap merupakan isu utama pada debat final nanti karena menjadi dasar dari berbagai masalah yang kerap diperdebatkan belakangan ini. Misalnya, terkait utang hingga investasi asing.

"Mereka harus memulainya dari isu yang paling besar, yaitu bagaimana membawa Indonesia menjadi negara maju secara ekonomi, seperti apa jurus untuk meningkatkan pendapatan dan mengubah struktur ekonomi. Kalau isu utang dan lainnya, itu sebenarnya hanya turunan saja," ucapnya kepada CNNIndonesia.com.


Ia mengatakan ada satu jurus yang bisa digunakan untuk menjawab masalah tersebut; meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. Untuk bisa mewujudkan mimpi tersebut maka industrialisasi merupakan langkah awal yang harus dilakukan.

Untuk memulai industrialisasi, maka selanjutnya akan muncul berbagai gagasan untuk mengencangkan roda industri. Roda industri bisa digerakkan dengan membuka pintu investasi, baik bagi investor domestik dan asing.

Akbar mengatakan dari industrialisasi tersebut nantinya akan terbuka pandangan masing-masing capres soal penggunaan utang demi kepentingan tersebut. "Apakah untuk mengejar industrialisasi akan memperbolehkan utang, atau manfaatkan tenaga yang dimiliki sendiri. Dari sini juga terlihat apakah akan buka investasi asing, apakah akan beri kemudahan kepada asing, dan lainnya," pungkasnya.



(uli/agt)