Bank Mandiri Terbitkan Surat Utang Global Rp10 Triliun

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 00:59 WIB
Bank Mandiri Terbitkan Surat Utang Global Rp10 Triliun Ilustrasi(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri Tbk (Persero) menerbitkan surat utang global melalui program Euro Medium Term Notes (EMTN) dalam denominasi dolar AS sebesar US$750 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). Surat utang tersebut diterbitkan dengan jangka waktu 5 tahun dan kupon 3,75 persen.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan transaksi tersebut merupakan bagian dari rencana program penerbitan obligasi valas senilai US$2 miliar. Hasil penerbitan surat utang tersebut, menurut dia, akan dipergunakan untuk tujuan yang bersifat umum.

"Nilai penerbitan ini merupakan transaksi global bond terbesar yang pernah diterbitkan oleh bank dari Indonesia," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Jumat (12/4).



Menurut Darmawan, dalam proses penawaran, surat utang tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga empat kali dari nilai yang diterbitkan atau mencapai US$3 miliar.

Tingginya permintaan yang masuk, menurut dia, memungkinkan pihaknya untuk menekan biaya penerbitan Global MTN ini menjadi US Treasury +165 bps. Kondisi ini, menurut dia, lebih baik dibandingkan penerbitan sejenis oleh lembaga keuangan lain di kawasan Asia Tenggara.

"Ini mengindikasikan sangat baiknya tingkat kepercayaan investor asing kepada perseroan jika melihat kinerja dan profil Bank Mandiri saat ini." pungkasnya.


EMTN Bank mandiri mengantongi peringkat internasional Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody's dan BBB- dari Fitch. HSBC dan Mandiri Securities ditunjuk sebagai Joint Global Coordinator. Sedangkan HSBC, Mandiri Securities, MUFG dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Bookrunners.

Sepanjang tahun lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sepanjang tahun lalu mencapai Rp25 triliun, naik 21,2 persen dibandingkan 2017. Kenaikan laba seiring pertumbuhan kredit perseroan yang mencapai 12,4 persen dari Rp729,5 triliun menjadi Rp820,1 triliun. (agi/agi)