Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan transaksi tersebut merupakan bagian dari rencana program penerbitan obligasi valas senilai US$2 miliar. Hasil penerbitan surat utang tersebut, menurut dia, akan dipergunakan untuk tujuan yang bersifat umum.
"Nilai penerbitan ini merupakan transaksi global bond terbesar yang pernah diterbitkan oleh bank dari Indonesia," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Jumat (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Darmawan, dalam proses penawaran, surat utang tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga empat kali dari nilai yang diterbitkan atau mencapai US$3 miliar.
Tingginya permintaan yang masuk, menurut dia, memungkinkan pihaknya untuk menekan biaya penerbitan Global MTN ini menjadi US Treasury +165 bps. Kondisi ini, menurut dia, lebih baik dibandingkan penerbitan sejenis oleh lembaga keuangan lain di kawasan Asia Tenggara.
EMTN Bank mandiri mengantongi peringkat internasional Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody's dan BBB- dari Fitch. HSBC dan Mandiri Securities ditunjuk sebagai Joint Global Coordinator. Sedangkan HSBC, Mandiri Securities, MUFG dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Bookrunners.
Sepanjang tahun lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sepanjang tahun lalu mencapai Rp25 triliun, naik 21,2 persen dibandingkan 2017. Kenaikan laba seiring pertumbuhan kredit perseroan yang mencapai 12,4 persen dari Rp729,5 triliun menjadi Rp820,1 triliun. (agi/agi)