Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan penerbitan obligasi PUB I akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun. Dana segar dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan.
"Total kan Rp20 triliun, tahun ini kira-kira rata-rata saja ya sekitar Rp5 triliun atau Rp6 triliun, dibagi tiga tahun ya Rp6 triliun lah," tutur Haru, Rabu (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting waktu penerbitannya, jumlah pastinya nanti lihat kebutuhan," tutur dia.
Maklum, perusahaan memiliki beberapa rencana mengembangkan usahanya dengan mengakuisisi perusahaan asuransi dan membuka money changer di Arab Saudi. Namun, belum ada perkembangan yang pasti dari kedua rencana tersebut.
Secara keseluruhan, BRI menargetkan dapat meningkatkan penyaluran kredit sebesar Rp12-14 persen sepanjang 2019. Pada kuartal I ini, Haru menyatakan membukukan pertumbuhan kredit 12-14 persen dari kuartal I 2018 lalu.
Bila dihitung, jumlah penyaluran kredit kuartal I tahun ini sebesar Rp863,75 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp757,68 triliun. Kemudian, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) membaik di level 2,2 persen dari sebelumnya 2,46 persen.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)