Sandi Miris Pusat Keuangan Syariah di London, Bukan Jakarta

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 22:22 WIB
Sandi Miris Pusat Keuangan Syariah di London, Bukan Jakarta Cawapres Sandiaga Uno dalam debat terakhir pilpres 2019, Sabtu (13/4). (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Cawapres Sandiaga Uno mengaku sedih karena Jakarta sebagai ibu kota Indonesia tidak mampu menjadi pusat keuangan berbasis syariah. Pusat keuangan syariah dunia justru terletak di London, Inggris.

Padahal, Indonesia merupakan mayoritas pemeluk agama Islam terbesar di dunia dibandingkan Inggris.

Karenanya, pasangan Capres Prabowo Subianto tersebut berniat menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah dunia.

"Kita sudah saatnya punya bank syariah yang terbesar di Asean. Saya terenyuh kenapa pusat keuangan syariah itu bukan di Jakarta, tapi ada di Kuala Lumpur, Hong Kong, dan London," tutur Sandi dalam debat pasangan capres di Hotel Sultan, Sabtu (13/4).


Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menilai penduduk muslim di Indonesia merupakan modal besar untuk menggenjot industri keuangan syariah. Ia berjanji di bawah pemerintahan Prabowo-Sandi nanti, mereka bakal mewujudkan visi tersebut.

"Bersama Prabowo-Sandi, pemerintah yang kuat, berpihak pada penciptaan peluang akan mampu menjadikan Jakarta pusat keuangan syariah," terang Sandi.

Bank Indonesia (BI) dalam Indonesia Sharia Economic Festival di Surabaya pada 11 Desember 2018 menyebut pangsa pasar keuangan syariah di dalam negeri akan mencapai 20 persen pada 2023 mendatang.

Pangsa pasar ini sejatinya baru menyentuh 8 persen pada 2018 lalu. Optimisme peningkatan itu disebut akan mencakup segi pembiayaan, perbankan, instrumen pasar modal.




(bin/bir)