Jumlah Penumpang Angkutan Umum Mudik Diprediksi Naik 4 Persen

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 12:03 WIB
Jumlah Penumpang Angkutan Umum Mudik Diprediksi Naik 4 Persen Ilustrasi arus mudik. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik angkutan umum pada musim mudik Idul Fitri 1440 Hijriah mencapai 22,83 juta orang atau naik 4,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Prediksi ini kami lakukan evaluasi berdasarkan masukan dari kondisi 2018," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam Rapat Rapat Koordinasi (rakor) Kesiapan Angkutan Lebaran 2019 di Gedung Cipta Kemenhub, Senin (22/4).

Budi merinci, moda kereta api diperkirakan bakal mengangkut jumlah penumpang terbanyak mencapai 6,45 juta orang atau 28,4 persen dari total penumpang angkutan umum. Jumlah ini meningkat 3,41 persen dibandingkan periode 2017.


Selanjutnya, angkutan pesawat diprediksi bakal mengangkut 5,78 juta orang pemudik atau memgambil porsi 25,4 persen. Secara tahunan, jumlahnya naik 3,17 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.


"Walaupun harga tiket (penerbangan) masih mahal tetapi penumpangnya masih tinggi juga," ujarnya.

Berikutnya, angkutan bus umum berkontribusi mengangkut 20,5 persen dari total penumpang sebanyak 4,68 juta penumpang. Jumlah itu meningkat 3,88 persen secara tahunan.

Angkutan kapal penyeberangan diperkirakan akan mengangkut 4,53 juta penumpang atau meningkat 2,89 persen. Porsinya 20,2 persen dari total penumpang.

Terakhir, untuk kapal laut diperkirakan akan mengangkut 1,03 juta penumpang atau hanya naik 3,68 persen.


Sementara itu, prediksi total kendaraan pribadi yang akan digunakan pemudik diperkirakan bakal naik 13,09 persen menjadi 10,61 juta unit.

Mayoritas kendaraan berupa sepeda motor sebanyak 6,85 juta unit atau memiliki porsi 64,57 persen. Secara tahunan, jumlahnya meningkat 10,78 persen.

Sebanyak 3,76 juta unit sisanya merupakan mobil pribadi yang melonjak 35,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini diperkirakan tak lepas dari beroperasi jalur tol Trans Jawa.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)