BTN Rogoh Kocek Rp114 M Beli 30 Persen Saham Entitas PNM

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 12:49 WIB
BTN Rogoh Kocek Rp114 M Beli 30 Persen Saham Entitas PNM BTN merogoh kocek Rp114,3 miliar untuk mengakuisisi 30 persen saham anak usaha PT PNM (Persero), yakni PT PNM Investment Management (PNMIM). (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan merogoh kocek Rp114,3 miliar untuk mengakuisi 30 persen saham anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero, yakni PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Aksi korporasi ini diawali dengan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat atau Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA).

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan kehadiran anak usaha baru di sektor manajemen investasi akan membuat perusahaan lebih leluasa dalam menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang. Dengan begitu, opsi skema pembayaran yang bisa ditawarkan ke masyarakat semakin bervariasi.

"Pada akhirnya akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa memiliki rumah yang murah dan terjangkau. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengemban tugas sebagai agen program satu juta rumah," ujarnya, Senin (22/4).

Aksi korporasi ini sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) periode 2019-2021. Aksi ini diyakini akan memperluas bisnis perseroan. Karenanya, ia menargetkan pendapatan non bunga (fee based income) perusahaan bisa meningkat ke depannya.


"Kami juga melihat PNMIM mencatat kinerja keuangan yang baik yang dapat mendukung bisnis utama Bank BTN di bidang pembiayaan perumahan," terang Maryono.

Perusahaan pelat merah ini berencana menjual berbagai produk investasi melalui PNMIM. Beberapa di antaranya, yakni Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Efek Beragun Aset (EBA), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE).

"Perseroan juga menargetkan akan menjajakan aneka produk wealth management yang akan ditawarkan kepada para nasabah BTN Prioritas," katanya.


Diharapkan proses akuisisi dapat rampung pada Juni 2019 mendatang. Usai penandatanganan ini, pihaknya akan menyampaikan rencana pembelian saham PNMIM kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia menambahkan perusahaan dalam jangka panjang berencana menggenggam mayoritas saham PNMIM. Namun, ia belum bisa memastikan kapan hal itu akan terealisasi.
"Ini baru 30 persen, ke depannya 60 persen. Nanti dilihat dulu ke depannya bertahap," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)