Komisaris Tunjuk Plt Dirut PLN Pengganti Sofyan Basir

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 15:04 WIB
Komisaris Tunjuk Plt Dirut PLN Pengganti Sofyan Basir Komisaris PT PLN (Persero) menunjuk Muhamad Ali sebagai pelaksana tugas direktur utama, menggantikan Sofyan Basir yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menunjuk Muhamad Ali sebagai pelaksana tugas direktur utama perusahaan, menggantikan Sofyan Basir yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus PLTU Riau I oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat ini, Muhamad Ali menjabat sebagai Direktur Human Capital Management PLN. Sebelumnya, dewan direksi PLN mengaku menerima keputusan dewan komisaris yang menonaktifkan Direktur Utama Sofyan Basir. 

"Kami yakin bahwa keputusan ini merupakan bentuk dan upaya dalam mendukung penyelesaian kasus hukum yang dialami oleh pimpinan PLN dengan mempertimbangkan asas praduga tak bersalah," demikian tertulis dalam siaran pers yang diterbitkan PLN, Kamis (25/4).



Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Abumanan mengungkapkan kinerja operasional PLN tetap akan berjalan seperti biasa, meski sang komandan ditetapkan tersangka oleh KPK. 

Melalui keputusan tersebut, kinerja dewan direksi seharusnya tak akan terganggu dengan kasus yang terjadi baru-baru ini.

"Karena kemarin sudah ada keputusan komisaris, dan kami juga hormati KPK di dalam melakukan proses hukumnya. Plt pun sudah ditetapkan," jelas Djoko di Kementerian Keuangan, Kamis (25/4).

Meski kinerja operasional PLN tak terganggu, ia menyesalkan bahwa badan dewan direksi PLN kini semakin ramping. Dengan cakupan pekerjaan yang banyak, satu direksi tentu harus merangkap jabatan direksi lainnya.


Terlebih, dewan direksi yang hilang dari PLN cukup banyak, yakni dua orang dalam dua tahun terakhir. Penonaktifan Sofyan mengikuti jejak Nicke Widyawati, Direktur Pengadaan Strategis I PLN yang akhirnya ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Mengutip dari situs resmi PLN, seharusnya dewan direksi PLN diisi oleh 13 orang. Namun, kini sisa dewan direksi PLN tinggal 11 saja.

"Kaki (direksi) ini hilang dua, tapi kami tetap jalan saja," jelas dia.

Kemarin, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa Sofyan Basir berstatus non-aktif dari posisinya sebagai Direktur Utama PLN. Penonaktifan dilakukan sebagai tindak lanjut atas langkah KPK yang menetapkan Sofyan sebagai tersangka dalam kasus suap PLTU Riau-1.

[Gambas:Video CNN]

"Intinya, dewan komisaris hari ini menonaktifkan dirut PLN dan menunjuk pelaksana tugas karena dirut sebelumnya diminta konsentrasi menyelesaikan kondisi saat ini," kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/4). (glh/lav)