Rupiah Melemah ke Rp14.188 per Dolar AS di Akhir Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 16:55 WIB
Rupiah Melemah ke Rp14.188 per Dolar AS di Akhir Pekan Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (26/4) sore berada di level Rp14.188 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 0,02 persen dibanding sesi perdagangan Kamis (25/4) yang di Rp14.186 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.188 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yang di Rp14.154 per dolar AS. Adapun pada hari ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.170 per dolar AS hingga Rp14.203 per dolar AS.

Sore hari ini, pergerakan mata uang utama Asia terbilang bervariasi. Ada yang melemah seperti yen Jepang sebesar 0,04 persen, won Korea Selatan sebesar 0,02 persen, dan dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen.


Ada juga yang menguat terhadap dolar AS, seperti dolar Singapura sebesar 0,03 persen, yuan China sebesar 0,12 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,12 persen, dan peso Filipina sebesar 0,22 persen. Sementara itu, baht Thailand menguat 0,29 persen dan rupee India menguat 0,33 persen.


Mata uang negara maju mengalami penguatan terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,06 persen, euro menguat 0,09 persen, dan dolar Australia menguat 0,28 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pelemahan rupiah hari ini masih didominasi oleh indikator ekonomi AS yang kian menguat. Pada pekan ini, AS menerbitkan rilis penjualan properti serta barang tahan lama yang menunjukkan pertumbuhan.

Sementara di sisi lain, ada data-data zona ekonomi Eropa yang juga menunjukkan pelemahan. Walhasil, dolar AS menjadi lebih seksi dibanding mata uang lainnya.

"Pelaku pasar juga menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal I pada hari ini," jelas Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/4).

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian menurutnya, pelemahan pada hari ini cenderung pada rentang yang lebih sempit.

Pasalnya, rupiah sudah melemah dalam sepekan terakhir karena banyak investor yang sudah melakukan aksi ambil untung (profit taking) atas rupiah.

"Tapi di saat-saat yang kurang menarik seperti ini, memang profit taking-nya juga tidak besar," pungkas dia.


(glh/agt)