Kewajiban Mahata ke Garuda di Kontrak Capai Rp3,4 Triliun

tim, CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 09:16 WIB
Kewajiban Mahata ke Garuda di Kontrak Capai Rp3,4 Triliun Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia Tbk mengakui kompensasi hak pemasangan peralatan konektivitas dan pengelolaan layanan in-flight entertainment dari PT Mahata Aero Teknologi yang seharusnya diperoleh perusahaan tahun lalu mencapai US$241,9 juta atau sekitar Rp3,37 triliun. Meski belum masuk ke kantong Garuda sepeser pun, kompensasi tersebut telah diakui sebagai pendapatan dalam laporan keuangan perseroan 2018.

Alhasil, perusahaan pada tahun lalu berhasil membukukan laba sebesar US$809,84 ribu, membaik dari 2017 yang rugi US$216,58 juta.

Kondisi ini kemudian sempat menimbulkan polemik. Dua komisarisnya, Chairul Tanjung dan Dony Oskaria menolak menandatangani laporan keuangan perseroan tahun lalu.


Dalam keterangan Public Expose Insidentil di laman Bursa Efek Indonesia pada Selasa (7/5), Garuda menjelaskan kerja sama tersebut akan berlangsung selama 15 tahun. Mereka pun memastikan pendapatan dari hak kompensasi tidak menimbulkan biaya di masa mendatang.


Garuda mengklaim pengakuan pendapatan dilakukan karena manajemen yakin piutang yang timbul atas kerja sama kedua pihak akan mengalir ke Garuda Indonesia Group. Perusahaan pun memaparkan sejumlah pertimbangan, antara lain Mahata merupakan startup yang yelah memiliki kontrak kerja sama dengan perusahaan luar negeri, seperti Lufthansa System, Lufthansa Technik, dan Inmarsat.

"Mahata didukung oleh parent company global Mahata Group dengan nilai bisnis US$640,5 juta," jelas Garuda.

Selain itu, Mahata telah mendekati beberapa investor untuk memberikan pendanaan. Garuda juga mengaku telah mengkonsultasikan transaksi ini kepada OJK sehingga transaksi diputuskan memerlukan keterbukaan informasi.

Adapun kewajiban Garuda Indonesia terkait kerja sama ini, mencakup penyediaan pesawat sesuai Aircraft List Service (ALS), pesawat dalam ALS dapat diganti dengan pesawat lain yang belum terpasang. Garuda juga wajin memberitahukan kepada Manhata jika jangka aktu sewa pesawat habis atau pesawat tak beroperasi lagi.


Garuda juga wajib memelihara dan menjaga seluruh peralatan pelayanan konektivitas Mahata dan memberikan usaha terbaik dalam membantu startup itu mendapatkan perizinan yang diperlukan.

Sementara kewajiban Mahata, yakni menanggung seluruh biaya penyediaan pelaksanaan, pengoperasian, perawatan, pembongkaran dan pemeliharaan, menyediakan dan menugaskan personel yang kompeten atas peralatan. Kemudian menjamin dan bertanggung jawab atas setiap kerusakan pesawat atas pemasangan, serta semua biaya return condition.

Selain itu, Mahata juga wajib menyediakan in-flight connectivity service pada pesawat sesuai dengan jadwal beroperasinya, serta memperoleh dan memelihara seluruh perizinan dan sertifikasi pada peralatan pelayanan konektivitas serta personilnya.
[Gambas:Video CNN] (agi)