ASDP Terapkan Sistem Online Baru saat Arus Mudik Lebaran

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 14:59 WIB
ASDP Terapkan Sistem Online Baru saat Arus Mudik Lebaran Ilustrasi ASDP. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengaku akan mulai memberlakukan sistem pencatatan dalam jaringan (online) terhadap identitas penumpang yang melakukan penyeberangan laut ada saat arus mudik Lebaran mendatang. Pencatatan identitas penumpang ini dilakukan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Direktur Utama ASDP Indonesia Ira Puspadewi menjelaskan pihaknya sudah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk merekam semua identitas penumpang penyeberangan. Caranya, penumpang tinggal meletakkan KTP yang dimiliki di bawah mesin pembaca (KTP reader), lalu mesin tersebut akan memotret KTP, membaca, hingga meneruskan ke sistem pencatatan online.

"KTP ini tinggal di-scan saja. Ini yang pertama di seluruh transportasi di Indonesia. Dengan begini, nanti otoritas hingga insurance bisa mendapatkan identitas penumpang, semuanya terekam," ujar Ira kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/5)



Setelah proses pencatatan identitas penumpang dengan KTP selesai, selanjutnya penumpang akan diberitahu di mana letak kapal dan diberi kode barcode dua dimensi (QR Code). QR Code tersebut tinggal dipindai di pintu gerbang kapal.

"Nanti ketahuan kapalnya apa, di mana, lalu harus sensor (QR Code) lagi baru gate-nya terbuka. Ini semua tujuannya agar lebih efisien dan efektif, tapi manifest tetap akuntabel," jelasnya.

Selain meningkatkan sistem pencatatan online, ia bilang perusahaan juga menawarkan layanan eksekutif di kapal penyeberangan dengan rute penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Layanan eksekutif yang ditawarkan, yaitu waktu perjalanan yang lebih cepat dibandingkan penyeberangan biasa. Pada layanan normal, waktu tempuh Merak-Bakauheni sekitar dua jam, sementara dengan layanan eksekutif ini hanya satu jam.


"Layanan eksekutif ini tidak kalah dibandingkan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Ada garbaratanya juga, penampilannya 'instagramable', kamar mandi bersih dan nyaman, luas, ada ruang bermain anak, pokoknya lebih mewah," ucapnya.

Kendati begitu, memang tarif layanan eksekutif ini lebih mahal ketimbang biasanya. Tiket masuk penumpang per orangan misalnya, dibandrrol dengan harga Rp50 ribu per penumpang. Sementara pada layanan normal hanya Rp15 ribu.

Begitu pula dengan kendaraan roda empat. Untuk layanan eksekutif sebesar Rp575 ribu per kendaraan. Sedangkan layanan normal hanya Rp375 ribu per kendaraan.
[Gambas:Video CNN] (uli/agi)