Kompak dengan Kurs Asia, Rupiah 'Loyo' jadi Rp14.423 Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 16:40 WIB
Kompak dengan Kurs Asia, Rupiah 'Loyo' jadi Rp14.423 Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.423 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin(13/5) sore. Angka itu melemah 0,23 persen dibanding perdagangan Jumat (10/5) sore yang sebesar Rp14.326 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.362 per dolar AS, atau melemah dibanding kemarin Rp14.347 per dolar AS.

Sepanjang hari ini, rupiah berada dalam rentang Rp14.335 hingga Rp14.441 per dolar AS.


Hampir seluruh mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,35 persen, dolar Singapura melemah 0,4 persen, bahkan won Korea Selatan melemah 0,86 persen.


Selain itu, yuan China bergerak -0,64 persen, rupee India -0,59 persen, ringgit Malaysia melemah 0,19 pesen, dan baht Thailand melemah 0,34 persen.

Sementara itu, hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang menguat masing-masing sebesar 0,23 persen dan 0,01 persen terhadap dolar AS.

Mata uang negara maju bergerak variatif. Poundsterling Inggris menguat 0,06 persen, sementara euro dan dolar Australia melemah masing-masing 0,03 persen dan 0,33 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI).


Akhir pekan lalu, Bank Indonesia (BI) mengumumkan NPI surplus US$ 2,4 miliar pada kuartal I 2019. Namun, transaksi berjalan defisit senilai US$7 miliar pada periode yang sama, atau setara 2,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Level defisit memang lebih baik dibanding periode sebelumnya kuartal IV 2018, namun lebih buruh dari periode yang sama tahun lalu.

Jika defisit awal tahun saja sudah lebih lebar, lanjut dia, maka ada potensi defisit transaksi berjalan untuk keseluruhan tahun ini juga akan melebar. Praktis, rupiah menjadi kehilangan pijakan untuk menguat.

Dari sisi eksternal, konflik perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkat akhir pekan lalu, ketika Negeri Paman Sam menaikkan tarif barang-barang China senilai US$200 miliar. Cina berjanji untuk membalas, tetapi belum memberikan rincian.

[Gambas:Video CNN]

Presiden AS Donald Trump dan rivalnya dari China Xi Jinping diperkirakan akan bertemu pada pertemuan puncak G20 di Jepang akhir Juni dan membahas perdagangan.

Transaksi perdagangan rupiah Selasa (14/5) diperkirakan masih melemah di kisaran 14.400-14.470. Hal itu dinilai merupakan imbas dari faktor eksternal dan internal yang cukup kuat. (lav/bir)