Head of Growth Management Traveloka Iko Putera mengatakan kenaikan penjualan juga terjadi untuk kereta api sebesar 30 persen. Menurut dia, kondisi ini terjadi lantaran melonjaknya harga tiket pesawat sejak akhir tahun lalu.
"Ini fenomena yang sangat menarik. Mungkin dampak dari dinamika harga tiket pesawat," ujarnya, Selasa (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Traveloka Buka Opsi Jual Lagi Tiket AirAsia |
"Jakarta-Yogyakarta bus Rp280 ribu, kalau pesawat sudah pasti Rp1 juta lebih. Mungkin karena komposisi harga tiket seperti ini mendorong animo masyarakat untuk menggunakan bus," terang dia.
Tak hanya itu, tol Trans Jawa yang sudah bisa digunakan juga mempengaruhi masyarakat menggunakan jalur darat untuk mudik. Konsumen juga bisa menikmati pemandangan selama perjalanan.
Walaupun bus dan kereta api meningkat, Iko menyebut penjualan tiket pesawat masih mendominasi sebesar 67 persen dari total. Ia berharap tiket pesawat tetap meningkat pada momen mudik tahun ini.
"Kami selalu ada peningkatan setiap mudik," katanya.
Berdasarkan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan 2019, karakteristik penggunaan moda oleh para pemudik Jabodetabek yang tertinggi ialah bus dengan pengguna 4.459.690 orang atau sebanyak 30 persen.
Diikuti oleh mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang (28,9 persen), kereta api sebanyak 2.488.058 orang (16,7 persen), dan pesawat sebanyak 1.411.051 orang (9,5 persen), sisanya masih banyak menggunakan sepeda motor, yakni 942.621 orang (6,3 persen).
(aud/bir)