Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.458 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin Rp14.448 per dolar AS.
Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, ringgit Malaysia menguat 0,22 persen, dan rupee India menguat 0,3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi. Poundsterling Inggris melemah 0,08 persen, namun euro melemah 0,18 persen dan dolar Australia melemah 0,02 persen.
Perang dagang tentu mempengaruhi kinerja ekspor negara berkembang, termasuk Indonesia. Untungnya, Bank Indonesia (BI) merespons kejadian tersebut dengan menetapkan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) di angka 6 persen dengan dalih menjaga stabilitas ekonomi eksternal.
"Dari pihak China, nada positif juga terucap. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada Selasa (14/5) kemarin, mengatakan bahwa AS dan China setuju untuk mengusahakan dialog dagang," jelasnya, Kamis (16/5).
[Gambas:Video CNN]
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yahsyi mengatakan aksi ambil untung (profit taking) menjelang akhir pekan sebelumnya sudah diperkirakan terjadi. Sehingga, hal ini menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Memang, ada indikasi profit taking karena rupiahnya melemah lima hari beruntun," tandas Dini. (glh/bir)