Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.444 per dolar AS atau lebih rendah dibanding kemarin Rp14.362 per dolar AS. Adapun pada hari ini, rupiah berada dalam rentang Rp14.426 hingga Rp14.460 per dolar AS.
Pada hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,42 persen, rupee India menguat 0,27 persen, dolar Singapura menguat 0,13 persen, peso Filipina menguat 0,05 persen, dan yuan China sebesar 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi. Euro menguat 0,19 persen dan dolar Australia menguat 0,02 persen, sementara itu poundsterling Inggris melemah 0,09 persen.
Hal ini, lanjut dia, sontak bikin pelaku pasar kaget. Padahal sebelumnya, AS dan China seharusnya mencapai kesepakatan pada Jumat kemarin. Kondisi yang di luar ekspektasi ini, lanjut Dini, yang bikin pasar modal kalang kabut.
"Sementara itu hingga saat ini belum ada katalis positif yang bisa mengangkat rupiah," jelas Dini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/5).
Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar mengantisipasi rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca perdagangan. Pelaku pasar mengantisipasi bahwa neraca perdagangan Indonesia akan mencatat defisit US$500 juta pada April lalu.
"Jika benar neraca dagang Indonesia membukukan defisit, maka akan mematahkan tren positif yang sudah dibukukan dalam dua bulan sebelumnya," jelas Ibrahim.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)