Lebaran 2019, Peralihan Penumpang Pesawat ke Darat 30 Persen

CNN Indonesia | Minggu, 19/05/2019 11:41 WIB
Lebaran 2019, Peralihan Penumpang Pesawat ke Darat 30 Persen Ilustrasi jalur darat. (CNN Indonesia/Mesha Mediani).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi arus mudik di jalur darat meningkat 30 persen pada Lebaran 2019. Kenaikan itu terjadi akibat peralihan konsumen dari yang biasanya menggunakan pesawat, kini memilih bus dan mobil pribadi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi menyatakan harga tiket pesawat yang mahal memicu masyarakat beralih dari moda transportasi udara. Dengan transportasi darat, harga yang harus dibayar oleh masyarakat jauh lebih murah.

"Arus mudik ada peningkatan 30 persen, beralih ke kendaraan bus dan pribadi," ucap Budi, Jumat (17/5).

Seperti diketahui, harga tiket pesawat naik sejak akhir tahun lalu. Masyarakat terus mengeluh hingga akhirnya pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat mulai dari 12 persen sampai 16 persen.


Penurunan itu tertuang dalam Keputusan Menhub No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang ditandatangani pada Rabu (15/5) kemarin. Beleid itu menggantikan Keputusan Menteri Nomor 72 TAHUN 2019 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Lebih lanjut Budi mengatakan harga tiket pesawat yang melambung bukanlah satu-satunya alasan masyarakat mengubah kebiasaannya ketika mudik. Perkembangan infrastruktur, khususnya akses Tol Trans Jawa cukup memikat masyarakat untuk menggunakan jalur darat.

"Bandara di Solo dan Semarang kan ada penurunan ya, orang yang domisilinya dekat dengan jalan tol lebih banyak memilih mobil dan bus," terang dia.


Sebelumnya, Traveloka menyebut penjualan tiket bus untuk mudik melompat sampai 300 persen dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Kenaikan juga terjadi pada penjualan tiket kereta api sebesar 30 persen.

"Ini fenomena yang sangat menarik. Mungkin dampak dari dinamika harga tiket pesawat," ujar Head of Growth Management Traveloka Iko Putera, beberapa waktu lalu.

Pemilihan moda transportasi darat juga dinilai bisa menjadi cara masyarakat menghemat anggaran. Bus misalnya, untuk rute Jakarta ke beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang, pengguna bisa menghemat Rp950 ribu jika dibandingkan dengan naik pesawat.

[Gambas:Video CNN]

"Jakarta-Yogyakarta bus Rp280 ribu, kalau pesawat sudah pasti Rp1 juta lebih. Mungkin karena komposisi harga tiket seperti ini mendorong animo masyarakat untuk menggunakan bus," pungkas Iko.


(aud/lav)