BI Proyeksi Harga Tiket Pesawat Sumbang Deflasi Mei

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 18:18 WIB
BI Proyeksi Harga Tiket Pesawat Sumbang Deflasi Mei Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan harga jual tiket pesawat yang merosot akan menyumbang deflasi pada Mei 2019. Hal itu berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI pada pekan keempat 2019.

"Tarif angkutan udara turun. Kalau dihitung terhadap inflasi, (tarif angkutan udara) itu minus 0,01 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Komplek BI, Jumat (24/5).

Menurut Perry, turunnya harga tiket pesawat tak lepas dari respons terhadap kebijakan pemerintah.

Sebagai catatan, beberapa waktu lalu Kementerian Perhubungan telah memangkas ketentuan tarif batas atas (TBA) angkutan udara sekitar 12 hingga 16 persen. Keputusan itu diambil untuk menekan harga jual tiket pesawat yang melonjak sejak akhir tahun lalu.


Beleid tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang TBA Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang diteken Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu 15 Mei 2019 lalu.

Berdasarkan survei yang sama, tingkat harga pada bulan ini diperkirakan inflasi sebesar 0,47 persen secara bulanan. Proyeksi tersebut lebih rendah dari rata-rata periode yang sama selama tiga tahun terakhir yang ada di kisaran 0,68persen.

"Secara tahunan (year-on-year) inflasi (Mei 2019) 3,1 persen," jelasnya.

Inflasi Mei 2019 diperkirakan rendah karena sejumlah harga barang melandai. Selain tiket pesawat, komoditas lain yang menyumbangkan deflasi di antaranya beras, tomat sayur, dan bawang merah.

[Gambas:Video CNN]

Sementara, komoditas yang menyumbangkan inflasi di antaranya cabai merah, bawang putih, daging ayam dan telur ayam.

Sekadar mengingatkan, target inflasi BI tahun ini dipatok 3,5 plus minus satu persen.


(sfr/bir)