Ada Aksi 22 Mei, BI Pastikan Sentimen Investor Masih Positif

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 16:44 WIB
Ada Aksi 22 Mei, BI Pastikan Sentimen Investor Masih Positif Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan sentimen investor terhadap pasar keuangan di Tanah Air masih positif meski pekan ini diwarnai oleh aksi 22 Mei. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memastikan sentimen investor terhadap pasar keuangan di Tanah Air masih positif meski pekan ini diwarnai oleh aksi 22 Mei. Aksi yang berlangsung sejak Selasa (21/5) hingga Kamis (23/5) di sejumlah titik di Jakarta itu dilakukan oleh sekelompok massa yang kecewa terhadap hasil Pemilihan Umum (Pemilu).

"Keyakinan (investor) asing dan pelaku usaha membaik," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks BI, Jumat (24/5).

Perry menjelaskan indikator pertama terlihat dari aliran modal masuk bersih (net inflow) dari investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) selama tiga hari terakhir yang mencapai Rp3,6 triliun.


"Kemarin (Kamis (23/5)), ada transaksi net inflow asing ke SBN Rp1,75 triliun. Selasa (21/5) masuk Rp1,5 triliun dan Rabu (22/5) hampir Rp0,3 triliun," terangnya.


Menurut dia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak kemarin sudah menghijau. Kemudian, rupiah dalam tiga hari terakhir juga menguat dan cenderung stabil. Artinya, pasar uang dan valuta asing (valas) masih bergerak normal.

"Kemarin, rupiah menguat Rp65 atau 0,45 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya Rp14.420 per dolar AS ," ujarnya.

Pergerakan transaksi perbankan juga normal bahkan cenderung naik di sistem kliring nasional dan RTGS.


"Aktivitas perbankan mengambil uang di BI lancar. Kemarin kami catat bank melakukan penarikan uang dari BI untuk kebutuhan lebaran dan THR," tutur dia.

Perry memastikan BI akan terus berada di pasar dan akan melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai fundamental apabila diperlukan.

"(Langkah-langkah stabilisasi) itu dilakukan baik melalui intervensi valas maupun pembelian SBN dari pasar sekunder," jelasnya.

Perry menyebutkan, sejak awal tahun BI telah membeli SBN di pasar sekunder sebesar Rp19,4 triliun.

[Gambas:Video CNN] (sfr/agi)