Kementerian BUMN Sebut Alex Sinaga Belum Minat Jadi Dirut PLN

CNN Indonesia | Sabtu, 25/05/2019 11:49 WIB
Kementerian BUMN Sebut Alex Sinaga Belum Minat Jadi Dirut PLN mantan Direktur Utama Telkom Alex Janangkih Sinaga disebut belum berminat mengisi kekosongan posisi Direktur Utama PLN.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom Alex Janangkih Sinaga belum berminat mengisi kekosongan posisi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah menanggapi kabar beredar yakni Alex menjadi kandidat kuat Direktur Utama PLN.

Alex sendiri baru saja lengser dari jabatannya sebagai Direktur Utama Telkom Indonesia. Ia digantikan oleh Ririek Adriansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).


"Kemarin Pak Alex mengatakan belum berminat. Tanya Pak Alex, Pak Alexnya tidak minat kok," katanya, Jumat (25/4).


Ia menuturkan Kementerian BUMN dalam proses pemilihan kandidat Direktur Utama PLN. Namun, hingga saat ini Kementerian BUMN belum menemukan kandidat yang cocok sebagai pengganti Direktur Utama PLN terdahulu, Sofyan Basir.

Meski menampik jika Alex adalah kandidat Direktur Utama PLN, ia bilang Alex adalah salah satu talent terbaik di BUMN.

"Tanya sama Pak alex. Kalau dia ditempatkan di mana, saya belum tahu," tuturnya.

Ia menuturkan kriteria Direktur Utama PLN hendaknya memiliki kepemimpinan yang handal serta integritas yang kuat. Alasannya, PLN adalah perusahaan plat merah yang sangat strategis dan besar sehingga membutuhkan nahkoda dengan jiwa kepemimpinan yang kuat.

"Kalau yang lain masalah keuangan, teknis, itu umum. Yang paling penting ia punya softskill leadership (kepemimpinan) yang unggul," tuturnya.


Ia menyatakan jiwa kepemimpinan yang kuat ada pada mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Cuma sayang ada hal-hal yang di luar pemahaman kita," ujarnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka. Ia diduga terlibat suap dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Atas putusan itu, Kementerian BUMN menonaktifkan Sofyan Basir dari posisinya sebagai pucuk pimpinan PLN terhitung sejak Rabu (24/4). Kementerian BUMN selanjutnya menunjuk Muhammad Ali sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN.
[Gambas:Video CNN] (ulf/agi)