RCEP, Ekspor RI ke 16 Negara Diramal Tumbuh 7 Persen

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 09:36 WIB
RCEP, Ekspor RI ke 16 Negara Diramal Tumbuh 7 Persen Ilustrasi kegiatan ekspor impor. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi ekspor Indonesia ke India, China, Korea, dan Jepang dapat meningkat 6-7 persen dalam tiga hingga lima tahun pertama implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan perjanjian RCEP akan mendorong peningkatan ekspor. Pasalnya, perjanjian dagang tersebut dapat semakin mempermudah dan saling menguntungkan perdagangan antar negara tersebut.

Perjanjian perdagangan bebas RCEP ini terdiri dari 16 negara, seperti China, Jepang, India, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Singapura, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.



"Ini berdasarkan hitungan saya dua tahun lalu bahwa tiga sampai lima tahun pertama RCEP, Indonesia bisa meningkatkan ekspor ke beberapa negara," ucap Iman, Rabu (12/6).

Saat ini, perjanjian RCEP masih dalam tahap negosiasi. Ia menyatakan seluruh negara peserta menargetkan dapat menyelesaikan perundingan atau mencapai konklusi pada November 2019 mendatang.

"Konklusinya seperti apa, mungkin kalau sudah 95 persen dan peraturannya selesai, setelah itu masih ada legal scrubing (kajian hukum)," terang dia.


Setelah itu, teks isi perjanjian terkait perundingan perdagangan perlu diterjemahkan ke bahasa masing-masing negara peserta untuk dipahami oleh seluruh pejabat negara tersebut. Kemudian, proses penandatanganan oleh kepala negara bisa dilakukan.

"Karena ini kan membahas soal 16 negara, kalau dua negara saja perjanjiannya sudah tebal termasuk lampiran," imbuhnya.

Iman menyebut target penandatanganan paling cepat bisa dilakukan tahun depan jika penyelesaian perundingan benar-benar bisa rampung pada November 2019. Kemudian, proses ratifikasi bisa dilakukan pada 2021 mendatang. (aud/agi)