China Bakal Perang Dagang Jangka Panjang dengan AS

CNN Indonesia | Minggu, 16/06/2019 22:58 WIB
China Bakal Perang Dagang Jangka Panjang dengan AS Ilustrasi (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harian Partai Komunis China, Qiushi menyatakan China tidak akan melunak dalam perang dagang melawan Amerika Serikat. Jurnal itu menyebut China sama sekali tidak akan memberikan jalan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perselisihan perang dagang ini.

China disebut siap menghadapi pertempuran ekonomi dengan AS yang diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu lama.

"China tidak akan takut akan ancaman atau tekanan apa pun yang dibuat Amerika Serikat yang dapat meningkatkan friksi ekonomi dan perdagangan. China tidak punya pilihan, atau jalan keluar, dan harus berjuang sampai akhir," kata pemimpin redaksi surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah China, Hu Xijin, dikutip dari Reuters.


Jurnal itu juga menganggap Amerika Serikat telah meremehkan keinginan rakyat China untuk memberi perlawanan dalam perang dagang ini.

"Tidak seorang pun, tidak ada kekuatan yang harus meremehkan kehendak baja rakyat China serta kekuatan dan keuletannya untuk berperang," kata Hu Xijin.

Untung menghadapi perang dagang itu, China tengah berusaha terus melakukan inovasi teknologi. China juga akan menjaga agar Amerika Serikat tidak menghambat perkembangan itu.

"Kita harus menjaga inisiatif inovasi dan pengembangan dengan kuat di tangan kita, meningkatkan investasi dan penelitian di bidang teknologi inti, menyatukan lebih banyak talenta bernilai tinggi, meningkatkan inovasi, dan menyingkirkan kesulitan teknologi inti," kata Hu Xijin.

Jurnal Qiushi itu juga mengatakan konsumen dan bisnis AS telah memperoleh manfaat besar dari perdagangan dengan China. Ia juga memperingatkan bahwa gesekan perdagangan pasti akan berdampak negatif dan serius pada ekonomi AS. Sebab, tarif yang lebih tinggi bakal meningkatkan biaya produksi untuk bisnis AS dan mendorong inflasi bagi konsumen negara itu.

Amerika Serikat memulai perang dagang dengan China pada 2018 lalu. AS menuduh Cina telah melakukan pencurian kekayaan intelektual selama bertahun-tahun. (ptj/eks)