70 Ribu Rumah Tangga di Muba Bakal Terpasang Jaringan Gas

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 22:29 WIB
70 Ribu Rumah Tangga di Muba Bakal Terpasang Jaringan Gas Ilustrasi jaringan gas. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto).
Palembang, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menargetkan lebih dari 70 ribu rumah tangga akan terpasang jaringan gas di lima kecamatan wilayah tersebut hingga 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Muba Dodi Reza Alex. Ia menyebut sebagai tahap awal pihaknya telah melakukan MoU antara BUMD PT Petro Muba dengan PT Pertagas untuk pembangunan kilang LPG.

Usai melaksanakan MoU, pihaknya berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan gas Bumi Kementerian ESDM.

Saat ini sudah 6.031 rumah tangga di Muba yang terpasang jargas sejak 2017 lalu. Kedatangannya ke Kementerian ESDM untuk pengajuan penambahan pemasangan jargas terhadap masyarakat di lima kecamatan yang diutamakan, yakni Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, Babat Supat, dan Sekayu hingga 2020 mendatang.


"Ada 70.367 rumah tangga di 5 kecamatan tersebut yang sudah mendambakan jargas. Kita memenuhi kriteria penambahan jargas rumah tangga karena sudah memiliki pipa eksisting dan ketersediaan sumber gas berlimpah. Infrastruktur penyaluran gas bumi dan ketersediaan pasar juga besar," imbuh Dodi, Kamis (20/6).

Pemkab Muba, sambung dia, akan membentuk Satgas Jargas di Muba agar tidak ada penyimpangan dalam realisasi pemasangan jargas. Satgas tersebut terdiri dari unsur Pemkab, TNI, dan Polri.

"Meskipun 5 kecamatan yang kami prioritaskan terlebih dahulu, kami berupaya jargas bisa dinikmati seluruh masyarakat Muba. Kami bertahap pasang di setiap desa-desa hingga merata. Ini upaya untuk menekan angka kemiskinan di daerah tersebut," kata Dodi.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Iwan Prasetya Adhi berujar Muba sebagai daerah penghasil gas terbesar di Indonesia sangat layak mendapatkan alokasi pemasangan jargas daripada daerah lain.

Hal tersebut sebagai kompensasi dari sumber daya yang dieksplotasi dari lahan warga di kabupaten tersebut.

"Untuk tahap awal sudah dialokasikan 5.000 jargas untuk Muba ke depannya. Seiring berjalannya waktu alokasi bisa terus bertambah disesuaikan dengan target nasional pemasangan jargas yang sudah ditetapkan pemerintah," ungkap dia.


(idz/bir)