Inalum Gelar Halal Bihalal Sekaligus Beri Bantuan di Sumut

Inalum, CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019 14:16 WIB
Inalum Gelar Halal Bihalal Sekaligus Beri Bantuan di Sumut Inalum menyerahkan bantuan secara simbolis 10.000 seragam sekolah untuk siswa-siswi SD dan SMP di Kabupaten Batu Bara dan beasiswa ke mahasiswa.(Foto: INALUM)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menggelar halal bihalal bersama pemerintah dan masyarakat sekitar di Gedung Pertemuan Tanjung Gading pada 18 Juni lalu.

Inalum juga menyerahkan secara simbolis bantuan 10.000 seragam sekolah untuk siswa-siswi SD dan SMP di Kabupaten Batu Bara. Selain itu ada pula beasiswa kepada 100 mahasiswa di sepuluh kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara.

"Pada halal bihalal ini Inalum akan memberikan bantuan CSR secara simbolis, harapannya bantuan ini dapat terus dilakukan dan dengan adanya halal bihalal ini tali silaturahmi yang telah terjalin dapat semakin erat," ungkap Bupati Batu Bara yang diwakili Wakil Bupati Batu Bara, Oky Iqbal Frima.


Selain itu, Ketua DPRD Sumatera Utara Wagirin Arman berharap agar Inalum dapat lebih berkontribusi aktif lagi demi kemajuan Sumatera Utara.

Sebelumnya, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kondisi Inalum saat ini usai menjadi induk Holding Industri Pertambangan. "Saat ini aset Inalum telah mencapai sekitar Rp162 triliun, nilai ini jauh meningkat dari 2016 sekitar Rp23 triliun dan 2017 sekitar Rp93 triliun," kata Budi.


Diketahui, wilayah kerja Inalum saat ini tidak hanya terbatas di Sumatera Utara, namun melingkupi daerah operasional milik perusahaan tambang lainnya yakni Antam, Timah, Bukit Asam dan Freeport.

Pada kesempatan tersebut juga Budi memperkenalkan Oggy Achmad Kosasih selaku Direktur Pelaksana Inalum yang definitif saat ini.

"Inalum akan terus meningkatkan kapasitas produksi dari yang saat ini 250 ribu ton Aluminium per tahun menjadi 500 ribu ton per tahun, membangun pabrik hilirisasi dan pabrik pemurnian Alumina di Mempawah Kalimantan Barat untuk mengurangi ketergantungan impor Alumina," ujar Oggy. (asa)