Pemerintah Minta Tiket LCC Turun, AirAsia Klaim Sudah Murah

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 06:28 WIB
Pemerintah Minta Tiket LCC Turun, AirAsia Klaim Sudah Murah Ilustrasi AirAsia. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai penerbangan PT Indonesia AirAsia atau AirAsia menyatakan harga jual tiket pesawatnya sudah murah. Oleh sebab itu, ia menilai permintaan pemerintah kepada maskapai untuk menurunkan tarif tiket Low Cost Carrier (LCC) untuk rute domestik tidak relevan dengan maskapai asal Malaysia tersebut.

Direktur Utama Air Asia Dendy Kurniawan mengklaim tarif tiket Air Asia tercatat paling murah dibandingkan maskapai lainnya. "Kami tidak usah turunkan pun, harga kami selama ini selalu yang paling terjangkau. Kami rasa mungkin imbauannya itu bukan ke kami. Kami sudah murah kok," katanya, Senin (24/6).

Kendati demikian, ia berjanji akan menurunkan tarif jika pemerintah melayangkan surat resmi kepada perusahaan terkait rute dan tarif yang perlu diturunkan. Ia menegaskan perusahaan tidak pernah melanggar aturan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

"Kalau mungkin bisa lebih murah lagi kenapa tidak, pasti akan kami lakukan (penurunan tarif). Kami selalu akan patuh, kalau dari pemerintah ada surat secara resmi menyampaikan spesifik rute yang diharapkan Air Asia memberikan diskon," terang Dendy.


Ia melanjutkan harga tiket yang terjangkau ini tercermin dari penurunan harga tiket rata-rata (average fare) perseroan. Pada kuartal I 2019, average fare Air Asia sebesar Rp563.095 turun 3 persen dibandingkan kuartal tahun lalu sebesar Rp580.499.

"Jadi sebelum diminta untuk turunkan pun, kami sudah turunkan (harga tiket). Kami juga selalu ada promo-promo," katanya.

Sebelumnya, pemerintah telah meminta seluruh maskapai berbiaya murah untuk menyampaikan usulan tarif pesawat murah pada pekan depan. Usulan itu meliputi rute dan besaran tarif yang dapat diturunkan.
[Gambas:Video CNN]
Selain meminta maskapai untuk menurunkan harga tiket pesawat LCC , pemerintah menyatakan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) industri penerbangan sepakat untuk menurunkan komponen biaya operasional yang masih memiliki peluang untuk dipangkas.

Stakeholder itu meliputi pihak maskapai sendiri, pengelola bandar udara (bandara), dan PT Pertamina (Persero) sebagai penyediaan avtur pesawat. Pemerintah juga bakal membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa sewa pesawat yang datang dari luar negeri.

Seluruh upaya itu ditempuh untuk memberikan harga tiket pesawat murah kepada masyarakat.


(ulf/bir)