Direktur Utama Air Asia Dendy Kurniawan mengklaim tarif tiket Air Asia tercatat paling murah dibandingkan maskapai lainnya. "Kami tidak usah turunkan pun, harga kami selama ini selalu yang paling terjangkau. Kami rasa mungkin imbauannya itu bukan ke kami. Kami sudah murah kok," katanya, Senin (24/6).
Kendati demikian, ia berjanji akan menurunkan tarif jika pemerintah melayangkan surat resmi kepada perusahaan terkait rute dan tarif yang perlu diturunkan. Ia menegaskan perusahaan tidak pernah melanggar aturan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan harga tiket yang terjangkau ini tercermin dari penurunan harga tiket rata-rata (average fare) perseroan. Pada kuartal I 2019, average fare Air Asia sebesar Rp563.095 turun 3 persen dibandingkan kuartal tahun lalu sebesar Rp580.499.
Sebelumnya, pemerintah telah meminta seluruh maskapai berbiaya murah untuk menyampaikan usulan tarif pesawat murah pada pekan depan. Usulan itu meliputi rute dan besaran tarif yang dapat diturunkan.
[Gambas:Video CNN]
Selain meminta maskapai untuk menurunkan harga tiket pesawat LCC , pemerintah menyatakan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) industri penerbangan sepakat untuk menurunkan komponen biaya operasional yang masih memiliki peluang untuk dipangkas.
Stakeholder itu meliputi pihak maskapai sendiri, pengelola bandar udara (bandara), dan PT Pertamina (Persero) sebagai penyediaan avtur pesawat. Pemerintah juga bakal membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa sewa pesawat yang datang dari luar negeri.
Seluruh upaya itu ditempuh untuk memberikan harga tiket pesawat murah kepada masyarakat. (ulf/bir)