Masih Tertinggal, Bank Dunia Minta RI Lanjutkan Infrastruktur

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 17:29 WIB
Masih Tertinggal, Bank Dunia Minta RI Lanjutkan Infrastruktur Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rodrigo A. Chaves. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Dunia menyarankan pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, infrastruktur Indonesia dinilai tertinggal dibanding negara berkembang lain secara nilai per kapita.

Hal itu disampaikan perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/6). Dalam pertemuan itu, Jokowi turut didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja.

"Jadi Indonesia dibanding negara berkembang lain masih perlu membangun infrastruktur, terutama yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.


Selain terkait kelanjutan infrastruktur, Bambang memaparkan Bank Dunia memberi empat masukan lain kepada pemerintah dalam mengelola ekonomi lima tahun ke depan.


Bank Dunia menyarankan agar pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) mendapat perhatian, khususnya dengan fokus di bidang pendidikan, baik pendidikan dasar maupun pendidikan vokasi.

Kemudian, lanjut Bambang, saran yang ketiga lain ialah Indonesia diminta menjaga keseimbangan Sumber Daya Alam (SDA). Menurutnya, SDA harus bisa dimanfaatkan, tetapi saat bersamaan pemerintah harus memperhatikan pemanfaatan yang berkelanjutan.

Selain itu, Bank Dunia memberi masukan soal perpajakan. Pemerintah diharapkan bisa meningkatkan penerimaan pajak. Sementara dari segi pengeluaran diharapkan bisa lebih tepat sasaran dan efisien.

Terakhir, Bank Dunia menyampaikan agar Indonesia mendorong investasi yang lebih berorientasi kepada ekspor. Selain itu diharapkan investasi tersebut bisa mendorong RI masuk ke dalam rantai perdagangan global.


"Indonesia harus lebih aktif meningkatkan foreign direct investment (FDI). Karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam, misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara," tuturnya.

Menurut Bambang, pandangan dari perwakilan Bank Dunia itu bisa menjadi masukan bagi pihaknya menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Targetnya tentu pada tahun 2030, Indonesia sudah bisa lebih memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya," kata Bambang.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rodrigo A. Chaves mengatakan pihaknya melaporkan program kerja Bank Dunia di Indonesia selama satu tahun terakhir. Selain itu, pihaknya juga mengulas pinjaman selama satu tahun terakhir


"Kami hanya melaporkan apa yang telah kami lakukan selama tahun fiskal kemarin, pinjaman yang kami kucurkan. Perbincangan yang kami miliki sangat informal," ujar Rodrigo.

Rodrigo menyatakan tak ada penawaran pinjaman kepada Jokowi dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu. Ia berharap pemerintah memperhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi pada ekonomi global saat ini, khususnya soal perang dagang Amerika Serikat dengan China.

"Ada awan hitam yang menggelantung karena perang dagang. Semoga saja negosiasi antara dua negara kuat (AS-China) segera terjadi agar dampak perang dagang tak berdampak semakin buruk untuk semua pihak," tuturnya.

(fra/lav)