Persoalannya, Trump menilai selama ini India telah menerapkan tarif tinggi terhadap AS. Bukannya turun, India disebut Trump malah memutuskan menaikkan tarif tinggi lebih tinggi lagi.
[Gambas:Twitter]
"Saya harap saya dapat berbicara dengan Perdana Menteri India (Narendra Modi) bahwa India, selama bertahun-tahun telah menerapkan tarif sangat tinggi terhadap AS, baru-baru ini menaikkan tarif lebih tinggi," tulis Trump dilansir dari laman Twitter-nya, Kamis (27/6).
Cuitan Trump tersebut mendapat dukungan dari Nick Adams, penulis buku. Ia bahkan mengucapkan rasa terima kasihnya karena kicauan Trump tersebut dianggap sebagai bentuk pimpinan melindungi warga negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak menjabat, Trump kerap mengangkat isu tarif dengan berbagai negara mitra dagang AS. Bahkan, ia mengibarkan bendera perang dagang dengan beberapa negara, termasuk dengan China, mitra dagang terbesarnya.
Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada perhelatan G20 di Osaka, Jepang, pada Sabtu, 29 Juni nanti. Trump berharap bisa kembali melakukan perundingan perdagangan dengan China, namun menolak bila mitranya itu meminta syarat tertentu terkait tarif.
[Gambas:Video CNN]
Trump sebelumnya mengancam mengenakan tarif tambahan senilai US$ 325 miliar, mencakup hampir semua impor China yang tersisa ke AS, termasuk produk konsumen seperti ponsel, komputer dan pakaian.
Tarif tersebut akan dikenakan jika pertemuan Trump dengan Xi tidak menghasilkan kemajuan dalam penyelesaian keluhan AS seputar cara China melakukan bisnis. (bir)