Trump Naik 'Pitam' dengan Tarif Tinggi yang Dipatok India

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 15:18 WIB
Trump Naik 'Pitam' dengan Tarif Tinggi yang Dipatok India Presiden AS Donald Trump. (Reuters/Joshua Roberts).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden AS Donald Trump naik pitam dan mengecam tarif yang dipatok Pemerintah India terhadap barang-barang AS sebagai 'sesuatu yang tidak dapat diterima.' Diketahui, baru-baru ini Pemerintah India menaikkan tarif.

Persoalannya, Trump menilai selama ini India telah menerapkan tarif tinggi terhadap AS. Bukannya turun, India disebut Trump malah memutuskan menaikkan tarif tinggi lebih tinggi lagi.

"Saya harap saya dapat berbicara dengan Perdana Menteri India (Narendra Modi) bahwa India, selama bertahun-tahun telah menerapkan tarif sangat tinggi terhadap AS, baru-baru ini menaikkan tarif lebih tinggi," tulis Trump dilansir dari laman Twitter-nya, Kamis (27/6).

Cuitan Trump tersebut mendapat dukungan dari Nick Adams, penulis buku. Ia bahkan mengucapkan rasa terima kasihnya karena kicauan Trump tersebut dianggap sebagai bentuk pimpinan melindungi warga negaranya.

Namun, fotografer Jerry Avenaim malah merasa malu dengan pimpinannya itu. Dalam kicauan balasannya terhadap Trump, ia bahkan meminta para pimpinan negara asing untuk memaafkan apa yang telah dilakukan Trump.


Sejak menjabat, Trump kerap mengangkat isu tarif dengan berbagai negara mitra dagang AS. Bahkan, ia mengibarkan bendera perang dagang dengan beberapa negara, termasuk dengan China, mitra dagang terbesarnya.

Walhasil, hubungan dagang kedua negara semakin meruncing. Kedua pimpinan saling berbalas kebijakan mematok tarif 'selangit.' Tensi tinggi antara AS dan China ini dinilai sejumlah analis mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi dunia di masa mendatang.

Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada perhelatan G20 di Osaka, Jepang, pada Sabtu, 29 Juni nanti. Trump berharap bisa kembali melakukan perundingan perdagangan dengan China, namun menolak bila mitranya itu meminta syarat tertentu terkait tarif.
[Gambas:Video CNN]
Trump sebelumnya mengancam mengenakan tarif tambahan senilai US$ 325 miliar, mencakup hampir semua impor China yang tersisa ke AS, termasuk produk konsumen seperti ponsel, komputer dan pakaian.

Tarif tersebut akan dikenakan jika pertemuan Trump dengan Xi tidak menghasilkan kemajuan dalam penyelesaian keluhan AS seputar cara China melakukan bisnis.


(bir)