RI Bakal Studi Banding ke Brasil untuk Pindah Ibu Kota

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 11:24 WIB
RI Bakal Studi Banding ke Brasil untuk Pindah Ibu Kota Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan melakukan studi banding ke beberapa negara untuk pemindahan ibu kota. Salah satunya, Brasil. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Brasil terbilang sukses memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia.

Sejauh ini, Bambang mengaku pemerintah belum menentukan waktunya secara spesifik untuk bertandang langsung ke Brasilia. "Nanti. Kami fokus dulu pada proses," ujarnya, Rabu (10/7).

Salah satu hal yang ingin dipelajari adalah cara pemerintahan negara tersebut merancang kota baru dan proses pemindahannya secara detail. Dari situ, tim dari Indonesia akan mendapatkan gambaran dan bisa mencontohnya.

"Karena pasti ada sisi positif dan negatifnya. Yang positif, kami ambil. Yang negatif, kami hindari," terang Bambang.


Dari kajian yang sudah dibuat pemerintah, ia menyebut pemerintah akan membuat ibu kota baru memiliki konsep pembangunan yang berkelanjutan atau green city. Apalagi, calon ibu kota baru disebut-sebut jatuh ke Kalimantan, yang wilayahnya dikelilingi oleh hutan lindung.

Saat ini, pemerintah masih fokus menyelesaikan kajian pemindahan ibu kota. Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menentukan wilayah mana yang akan menggantikan posisi DKI Jakarta.

Hal yang pasti, pemerintah telah menetapkan dua calon ibu kota baru, yakni Bukit Soeharto di Kalimantan Timur dan Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah. "Penentuan lokasinya akan diumumkan tahun ini," imbuh Bambang.

Secara terpisah, Duta Besar Indonesia Brasil periode 2010-2015 Sudaryomo Hartosudarmo mengatakan mayoritas hunian yang dibangun di Brasilia berbeda dengan ibu kota sebelumnya, Rio de Janeiro. Tempat tinggal yang dibangun terlihat lebih mewah.
[Gambas:Video CNN]
"Brasilia memang kota dengan rumah besar dan untuk orang kaya, tapi kan standar gaji mereka juga lebih tinggi, jadi meski mahal tetap terjangkau," ucap Sudaryomo.

Ia mengatakan Brasilia merupakan kota yang sepi saat awal pusat pemerintah baru mulai beroperasi di sana. Namun, kini situasinya sudah jauh lebih berkembang dan berdampak pada kota satelit di dekat Brasilia.

"Saya mencatat ada 20 kota satelit di Brasilia yang industrinya tumbuh. Jadi kalau mau belajar dari Brasil memang terlihat sentra ekonominya tumbuh," pungkas Sudaryomo.


(aud/bir)