The Fed Embuskan Angin Segar, Rupiah Perkasa ke Rp14.102 Pagi

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 09:20 WIB
The Fed Embuskan Angin Segar, Rupiah Perkasa ke Rp14.102 Pagi Ilustrasi mata uang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.102 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Kamis (11/7) pagi. Angka itu melemah tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan Rabu (10/7) yakni Rp14.132 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,06 persen, Baht Thailand menguat 0,07 persen, ringgit Malaysia menguat 0,21 persen, yen Jepang menguat 0,3 persen, peso Filipina menguat 0,34 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,34 persen.

Sementara itu, dolar Hong Kong tidak bergerak terhadap dolar AS. Penguatan juga terjadi di mata uang negara maju seperti poundsterling Inggris yang menguat 0,03 persen, euro 0,07 persen, sementara dolar Australia stagnan terhadap dolar AS.


Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah menghirup udara segar pagi ini lantaran testimoni Gubernur bank The Fed Jerome Powell di hadapan kongres AS. Ia mengindikasikan bahwa bank sentral AS tersebut akan memangkas suku bunga acuannya pada rapat komite pasar federal terbuka (FOMC) akhir bulan ini.


Di dalam risalah The Fed, tertulis bahwa beberapa anggota FOMC melihat bahwa pemangkasan suku bunga acuan Fed Rate dalam waktu dekat dapat membantu meminimalisir dampak dari guncangan terhadap ekonomi di masa depan.

"Indikasi ini mendorong pelemahan dollar AS dan busa menjadi sentimen positif untuk penguatan rupiah hari ini. Untuk itu, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.150 per dolar AS," jelas Ariston, Kamis (11/7).

Hanya saja, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan nilai tukar rupiah masih memiliki risiko dari kenaikan harga minyak yang terjadi akibat ketegangan di Timur Tengah. Sebagai negara importir minyak mentah, kenaikan harga minyak tentu bisa mempengaruhi pertumbuhan Indonesia dari sisi ekspor netto.

Pada penutupan perdagangan Rabu (10/7) waktu AS, harga minyak mentah berjangka Brent naik US$2,85 atau 4,44 persen menjadi US$67,01 per barel. Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$2,6 atau 4,5 persen menjadi US$60,43 per barel.


"Namun pada hari ini rupiah akan diperdagangkan di level Rp14.090 hingga Rp14.190 per dolar AS," jelas dia. (glh/lav)