Head of Research JLL James Taylor mengatakan investasi pergudangan sempat lesu karena pelaksanaan Pemilihan Presiden (pilpres) April lalu. Namun, setelah pesta demokrasi itu berakhir damai, investor diyakini akan melanjutkan investasinya.
"Ekonomi Indonesia baik dan populasinya besar, sehingga banyak investor yang ingin datang ke Indonesia," tuturnya, Rabu (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lesunya bisnis pergudangan pada kuartal II 2019 tercermin dari fakta bahwa tidak ada penambahan gudang baru di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Menurut catatan JLL, saat ini pasokan gudang di kawasan tersebut mencapai 1,5 juta meter persegi. Jumlahnya diprediksi bertambah sebesar 890 ribu meter persegi hingga 2021 nanti.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Markets JLL Angela Wibawa menuturkan salah satu pemain yang gencar mengembangkan pergudangan adalah perusahaan e-commerce.
[Gambas:Video CNN]
"E-commerce, seperti Garena, Shopee, dan Bukalapak mereka butuh warehousing (gudang), itu yang memicu demand (permintaan) di industri ini berkembang," jelas Taylor.
Bahkan, ia menyebut salah satu pemain besar e-commerce dari asing tengah melirik Indonesia untuk membangun gudangnya. Namun, ia enggan menyebut nama perusahaan internasional itu.
"Mereka lagi explore (mencari peluang) untuk masuk, kemungkinan bisa masuk join (bergabung) dengan lokal atau mereka masuk sendiri," imbuhnya.
JLL mencatat mayoritas pergudangan sebesar 66 persen tersebar di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Sedangkan sisanya sebesar 28 persen tersebar di Serang, Cilegon, dan Tangerang. (ulf/bir)