Rupiah Kembali Dekati Level Rp14 Ribu per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 08:53 WIB
Rupiah Kembali Dekati Level Rp14 Ribu per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.998 per dolar AS pada Rabu (24/7) pagi. Posisi tersebut melemah 0,09 persen dibandingkan Selasa (23/7) yang masih berada di level Rp13.985 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, ringgit Malaysia melemah 0,01 persen, dan peso Filipina melemah 0,17 persen. Sementara itu, hanya yen Jepang dan won Korea Selatan yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,09 persen dan 0,03 persen.

Di sisi lain, pergerakan mata uang negara maju bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,01 persen, namun euro melemah 0,01 persen dan dolar Australia melemah 0,29 persen.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah pagi ini masih disebabkan oleh sentimen global. Sentimen utama datang dari terpilihnya Boris Johnson menjadi perdana menteri Inggris Selasa (23/7) kemarin.


Kondisi ini sedikit bikin ketar-ketir pelaku pasar. Maklum, Johnson berencana menceraikan Inggris dari Uni Eropa Oktober mendatang tanpa ada kesepakatan perdagangan (no-deal Brexit).

Pasar menilai jika itu terjadi, maka perekonomian Inggris bisa diterpa resesi yang sangat dalam. Selain itu, tekanan juga datang dari aksi tunggu pasar terhadap
 keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga acuannya pada pekan ini.

Hal tersebut membuat pelaku pasar cenderung meninggalkan euro untuk sejenak, sehingga bikin indeks dolar AS menguat dan menekan rupiah. 

"Namun, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga akan terjadi pada September untuk memerangi risiko dari ketegangan perdagangan global," jelas Ibrahim, Rabu (24/7).

Meski demikian, terdapat perkembangan terbaru perang dagang yang sejatinya bisa memberi angin segar bagi rupiah. Kemarin, delegasi dagang AS yang dipimpin Robert Lighthizer akan bertolak ke China pada Senin mendatang untuk membahas negosiasi dagang antar kedua negara.

[Gambas:Video CNN]

Hanya saja, dolar AS masih perkasa lantaran imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang meningkat diiringi dengan kebijakan pemerintah AS yang telah menaikkan batas pinjaman yang bisa ditarik pemerintah.

"Pelaku pasar juga menunggu informasi tentang kebijakan The Fed akhir bulan ini. Sehingga, pada hari ini rupiah masih akan melemah di kisaran Rp13.950 hingga Rp14.010 per dolar AS," kata dia.


(glh/agt)