Sentimen Global Arahkan Rupiah ke Rp14 Ribu per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 16:42 WIB
Sentimen Global Arahkan Rupiah ke Rp14 Ribu per Dolar AS Ilustrasi mata uang asing. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.997 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (24/7) sore. Rupiah tercatat melemah 0,09 persen dibanding perdagangan Selasa (23/7), yakni Rp13.943 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.011 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin, yakni Rp13.973 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp13.991 per dolar AS hingga Rp14.023 per dolar AS.

Sore hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang melemah, yakni Dolar Hong Kong melemah 0,04 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, dan rupee India melemah 0,1 persen.

Namun, ada pula mata uang yang menguat, seperti ringgit Malaysia sebesar 0,01 persen, baht Thailand sebesar 0,02 persen, yuan China sebesar 0,04 persen, dolar Singapura sebesar 0,04 persen, won Korea Selatan sebesar 0,1 persen, dan yen Jepang sebesar 0,17 persen.


Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi terhadap dolar AS, di mana poundsterling Inggris menguat sebesar 0,16 persen, namun euro melemah 0,13 persen, dan dolar Australia melemah 0,45 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan sentimen global masih mempengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini. Antara lain, kebijakan pemerintah AS memutuskan untuk menaikkan pagu utang selama dua tahun ke depan, sehingga diharapkan tidak ada lagi penutupan pemerintah (shutdown) di tahun ini.

Walhasil, peningkatan pinjaman akan memperkuat pasokan uang dalam sistem perbankan dan mendukung penguatan dolar AS.


Kemudian, pelaku pasar juga memperkirakan bank sentral AS tidak akan terlalu agresif menurunkan suku bunga acuan Fed Rate pada komite pasar terbuka federal (FOMC) pada akhir bulan ini.

"Padahal pada pekan lalu, pasar sempat yakin The Fed akan memangkas suku bunga acuan hingga 50 basis poin dalam pertemuan akhir bulan ini. Namun, ekspektasi itu mereda, penurunan 25 basis poin dirasa lebih masuk akal," kata Ibrahim, Rabu (24/7).
[Gambas:Video CNN]


(glh/bir)