Kepala Departemen Pengawasan Bank I OJK Hizbullah mengungkapkan tim dari instansinya memeriksa sistem informasi dan teknologi (IT) Bank Mandiri sejak Senin (20/7) lalu. Proses pemeriksaan ditargetkan menghabiskan waktu 10 hari dan diharapkan sudah membuahkan hasil pada Jumat (4/8) pekan ini.
"Sampai saat ini, kami masih menurunkan tim pemeriksaan di Bank Mandiri untuk mengecek atau meneliti secara lebih detail dan mendalam IT Bank Mandiri, dengan mengevaluasi secara keseluruhan di mana kelemahan yang ada agar bisa diperbaiki ke depan," ujar Hizbullah dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim yang diturunkan OJK juga bertugas membantu perseroan untuk memastikan keandalan dan keamanan sistem IT yang dioperasikan.
Hizbullah mengungkapkan begitu ada kejadian perubahan saldo nasabah, OJK langsung menjalankan fungsi pengawasan dengan langsung mengklarifikasi ke Bank Mandiri.
OJK juga meminta perseroan untuk memastikan sistem IT yang digunakan sekarang aman untuk ke depannya. Terlebih, perbankan mulai masuk ke era digital.
"Jadi, kami minta evaluasi dan teliti kembali ssmuanya agar kejadian ini (perusabahan saldo rekening nasabah) tidak terulang di masa mendatang," jelasnya.
Lebih lanjut, Hisbullah juga meminta seluruh perbankan untuk selalu memperbarui dan menyempurnakan sistem IT-nya. Hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan dan mengantisipasi serangan siber.
"Hacker selalu berusaha mencoba masuk ke sistem perbankan kita tetapi selama ini, alhamdullilah, sistem masih bisa diamankan oleh perbankan kita," ujarnya.
Sebagai informasi, kesalahan sistem Bank Mandiri pada Sabtu (20/7) berimbas pada perubahan saldo rekening milik sekitar 1,5 juta nasabahnya. Perubahan saldo yang terjadi ada yang berkurang dan ada yang bertambah dari yang semestinya. Manajemen perseroan menyatakan telah memulihkan seluruh sistemnya dan menjamin dana nasabah tetap aman. (sfr/lav)