Sementara itu, kurs refrensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.034 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.010 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.018 hingga Rp14.036 per dolar AS.
Mayoritas mata uang utama Asia menguat pada sore hari ini seperti dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, dolar Singapura sebesar 0,02 persen, won Korea Selatan sebesar 0,13 persen, dan baht Thailand sebesar 0,13 persen. Kemudian, yuan China menguat sebesar 0,15 persen, yen Jepang sebesar 0,17 persen, dan peso Filipina sebesar 0,31 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kembali Bertenaga, IHSG Naik ke Level 6.376 |
Di sisi lain, pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi terhadap dolar AS. Euro menguat 0,01 persen, namun dolar Australia melemah 0,13 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,43 persen.
Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar juga cenderung wait and see dengan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II yang akan dirilis pada pekan depan. Terlebih, neraca perdagangan Indonesia terus mencatat defisit antara April hingga Juni, sehingga tidak bisa menopang pertumbuhan ekonomi secara maksimal.
"Tapi kemungkinan PDB kuartal II akan lebih bagus dibandingkan kuartal I, tentu ini sangat membantu demi menopang pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2019," kata Ibrahim, Selasa (30/7). (glh/lav)