Jelang Rilis The Fed, Rupiah Lesu ke Rp14.034 per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 08:44 WIB
Jelang Rilis The Fed, Rupiah Lesu ke Rp14.034 per Dolar AS Ilustrasi nilai tukar mata uang. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.034 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (30/7) pagi. Rupiah melemah 0,03 persen dibandingkan penutupan Senin (29/7), yakni Rp14.020 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata yang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, baht Thailand menguat 0,08 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,09 persen.

Sementara, ringgit Malaysia melemah 0,18 persen dan yen Jepang melemah 0,06 persen. Sementara itu, dolar Singapura tak bergerak melawan dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar tengah menanti keputusan rapat komite pasar federal terbuka (FOMC) esok hari (31/7), di mana bank sentral AS diprediksi menurunkan suku bunga acuan hingga sebesar 25 basis poin.

Kebijakan ini kemungkinan akan ditempuh setelah data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2019 yang diumumkan pada akhir pekan lalu tercatat 2,1 persen atau lebih tinggi dari konsensus pasar 1,8 persen.

Meski pertumbuhan ekonomi terbilang masih mumpuni, namun penurunan suku bunga acuan ditujukan agar pertumbuhan ekonomi AS tak terjerembab lebih dalam seiring tensi perang dagang dengan China, yang belum menemui titik terang.

"The Fed mungkin akan memilih untuk pemotongan suku bunga hati-hati, untuk menstabilkan angka pertumbuhan dan inflasi," jelas Ibrahim, Selasa (30/7).

Pelemahan rupiah juga disebabkan oleh prediksi bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kemungkinan besar akan membawa Inggris cerai dari Uni Eropa tanpa kesepakatan transisi atau biasa disebut no-deal Brexit pada Oktober nanti.

Hal ini bikin pelaku pasar memilih dolar AS sebagai instrumen investasi dan bikin dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang.

"Di transaksi hari ini, rupiah masih akan melemah karena tekanan kuat dari global dengan range di level Rp13.990 hingga Rp14.035 per dollar AS," tandas dia.
[Gambas:Video CNN]


(glh/bir)